• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Bantu Industri Batik Kecil-Menengah, Kembangkan Purwarupa Olah Limbah tekstil

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 Agustus 2021 - 23:20
in Gaya Hidup
Petugas membandingkan air limbah batik (kiri) dengan air hasil proses penguraian dari limbah batik (kanan) di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Batik Kauman, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018). Foto : Antara/Harviyan Perdana Putra/foc.

Petugas membandingkan air limbah batik (kiri) dengan air hasil proses penguraian dari limbah batik (kanan) di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Batik Kauman, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018). Foto : Antara/Harviyan Perdana Putra/foc.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dengan menggunakan teknik penyerapan dan koagulasi yang dapat menurunkan kadar kekeruhan air limbah, peneliti Universitas Pertamina mengembangkan purwarupa alat pengolahan limbah industri tekstil.

Nona Merry Merpati Mitan, ketua tim peneliti mengatakan, teknik pengolah limbah itu merupakan tepat guna yang mudah digunakan oleh pengrajin batik skala rumah tangga.

BacaJuga:

Konflik Memuncak! Ha Ji Won dan Ju Ji Hoon Diuji di Episode 7-8 “Climax”

Industri Halal Melesat tapi Akses Pembiayaan Syariah Masih Terbatas, Ada Apa?

Swiss-Belhotel Pondok Indah Hadirkan Wedding Open House di Cilandak Town Square

“Alat pengolah limbah yang tersedia di pasaran harganya sangat mahal. Kami berharap inovasi ini akan terus dikembangkan dan diproduksi untuk dapat membantu para pelaku industri batik kecil-menengah,” kata Merry dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/8/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sungai yang tercemar berat mencapai 45 persen di Indonesia. Sedangkan sungai-sungai di ibu kota negara terdapat 57 persen berisikan sampah dan 8,2 persennya merupakan limbah tekstil versi National Geograpic.

Merry menyampaikan limbah yang mengalir di sepanjang sungai mengancam kehidupan biota dan berbahaya bagi kesehatan manusia mulai dari penyakit kulit hingga potensi penyakit kanker, jika air yang tercemar limbah dikonsumsi.

Pada 2019, tim peneliti Universitas Pertamina berkesempatan mengunjungi kawasan industri batik skala rumah tangga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam penelitian lapangan tersebut, mereka mewawancarai beberapa pengrajin batik yang meminta ada pengolahan limbah cair tekstil agar industri batik tetap bisa menjaga kualitas air di daerah tersebut.

Berangkat dari temuan itu, maka Universitas Pertamina mengembangkan purwarupa pengolah limbah cair batik. Edukasi terkait bahaya limbah cair batik bagi lingkungan dan kesehatan, lanjut Merry, juga terus dilakukan kepada para pengrajin batik untuk membangun kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Mereka juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menangani masalah pencemaran akibat limbah tekstil. “Perlahan upaya ini dapat membantu mengurangi pencemaran sungai di Indonesia,” kata Merry dilansir Antara.

Para peneliti juga melibatkan mahasiswa mereka dalam pembuatan purwarupa alat pengolah limbah, salah satu Desi Fitriana yang kuliah di jurusan Kimia Universitas Pertamina.

“Kami dapat secara langsung mempraktikan pembelajaran yang kami dapatkan di kelas dan praktikum yang rutin kami lakukan di laboratorium. Selain meningkatkan pemahaman, kami juga jadi lebih siap untuk terjun ke industri setelah lulus nanti,” jelas Desi. (aro)

Tags: industriipallimbahPertamina

Berita Terkait.

Ha-Ji-Won
Gaya Hidup

Konflik Memuncak! Ha Ji Won dan Ju Ji Hoon Diuji di Episode 7-8 “Climax”

Senin, 13 April 2026 - 17:09
Pembayaran-Syariah
Gaya Hidup

Industri Halal Melesat tapi Akses Pembiayaan Syariah Masih Terbatas, Ada Apa?

Senin, 13 April 2026 - 10:41
Weeding
Gaya Hidup

Swiss-Belhotel Pondok Indah Hadirkan Wedding Open House di Cilandak Town Square

Senin, 13 April 2026 - 10:31
Chen
Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22
Bigbos-Planet
Gaya Hidup

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

Sabtu, 11 April 2026 - 02:18
Drakor
Gaya Hidup

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Jumat, 10 April 2026 - 23:25

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2493 shares
    Share 997 Tweet 623
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    842 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.