• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Saran Guru Besar FKUI Agar Dokter Tak Pikul Beban Kerja Terlalu Berat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 18 Juli 2021 - 20:43
in Nasional
indoposco

Ilustrasi - Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernafasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Foto: Antara/M Risyal Hidayat/wsj

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Pulmonologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Menaldi Rasmin memberikan rekomendasinya agar dokter tidak perlu menanggung beban pekerjaan yang menurut dia terlampau berat di masa pandemi yang sudah melewati masa setahun ini.

“Buat saya ini sebuah pukulan yang besar, berat, bagi dunia profesi kedokteran. Sekarang persoalannya ada apa? Beban pekerjaan ini sudah terlampau berat ditanggung dokter. Terlampau banyak orang yang datang ke rumah sakit dan sudah dalam keadaan yang berat- berat,” ujar dia dalam diskusi media via daring yang digelar PB IDI, Ahad (18/7/2021).

BacaJuga:

DPR RI Ingatkan Ancaman Karhutla dan Krisis Gizi Akibat Fenomena El Nino Godzilla 2026

Suara Buruh Dinilai Melemah, Fragmentasi Serikat Jadi Alarm Serius Politik Pekerja

Komite III DPD RI Soroti Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kronis Terdampak

Menaldi meminta PB IDI untuk membebaskan dokter di puskesmas dari kewajiban rawat inap pasien Covid-19 atau pasien lain. Mereka bisa ditetapkan menjadi manajer kesehatan yang mengatur edukasi dan promosi kesehatan serta bertanggung jawab atas vaksinasi (bukan sebagai vaksinator). Dokter bisa sebagai manajer wilayah untuk menjaga kondisi kesehatan tetapi tidak perlu menjadi korban penyakit.

“Bukan mau lari dari penyakit, dokter tetap ada di sana untuk mengendalikan penyakit dan menjaga masyarakat supaya tidak sakit. Tetapi kalau dokter (di puskesmas) menjadi pelaku langsung, berhadapan langsung dengan penyakit, maka dokter berhadapan dengan risiko ikut sakit. Padahal dokter mungkin hanya 4 di puskesmas,” kata Menaldi.

Selain itu, perlu adanya pembatasan pajanan dokter pada penyakit dan varian corona. Dokter yang bekerja di rumah sakit lapangan kawasan seperti berikat dan industri misalnya sebaiknya bertugas di wilayah itu saja. Kemudian, dokter juga perlu ditempatkan pada tempat strategis yang tidak berhadapan dengan terlampau variatif varian.

Berikutnya, mengenai isolasi mandiri, Menaldi mengingatkan agar keputusan berdasarkan penilaian dokter. Hal ini agar kerja dokter terukur.

“Kalau isolasi mandiri atas pilihan pribadi, tiba- tiba datang malam- malam dalam keadaan yang berat, padahal dokter yang jaga malam terbatas jumlahnya, lalu dia bertumpahan ke dalam ruangan, dokter bekerja sepanjang hari dengan baju yang terkurung, tidak minum, makan, tidak bisa ke belakang karena bajunya sulit dilepas. Apa yang terjadi, dokternya sakit, ada yang meninggal dunia,” kata dia.

Terakhir, terkait kasus Covid-19 yang masih terjadi, Menaldi mengingatkan masyarakat pentingnya dua cara pencegahan agar tak ada lagi kasus baru yang terjadi dengan menjaga kesehatan diri dan vaksinasi. Menjaga kesehatan diri meliputi penerapan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilisasi dan menghindari kerumunan) dan melakukan gaya hidup sehat.

Menaldi menyebut, angka kematian dokter dalam selama dua pekan terakhir ini bahkan (1-16 Juli 2021) mencapai 108 orang. Sementara itu, data dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) per 17 Juli 2021 mencatat sebanyak 545 orang dokter di tanah air yang meninggal dunia.

“Saya kira ini bukan banyak tetapi ini terlalu banyak. karena satu orang dokter meninggal tidak bisa dilihat dari angka. Sebanyak 108 orang dokter meninggal tidak bisa dilihat dari persentase. Setiap jiwa dokter yang meninggal itu berarti negara kehilangan aset utama dalam sistem ketahanan kesehatan nasional,” tutur Menaldi.(mg3)

Tags: beban kerjafkuipandemi covid-19Tenaga Medis

Berita Terkait.

Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Nasional

DPR RI Ingatkan Ancaman Karhutla dan Krisis Gizi Akibat Fenomena El Nino Godzilla 2026

Rabu, 15 April 2026 - 03:35
Suara Buruh Dinilai Melemah, Fragmentasi Serikat Jadi Alarm Serius Politik Pekerja
Nasional

Suara Buruh Dinilai Melemah, Fragmentasi Serikat Jadi Alarm Serius Politik Pekerja

Selasa, 14 April 2026 - 23:16
Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal Melalui KDKMP
Nasional

Komite III DPD RI Soroti Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kronis Terdampak

Selasa, 14 April 2026 - 22:31
Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit
Nasional

Bukan NGO atau Aktivis, Haris Azhar Sebut Elite di Balik Isu Kudeta Presiden

Selasa, 14 April 2026 - 20:55
Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN
Nasional

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Selasa, 14 April 2026 - 20:15
Implementasi
Nasional

KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark

Selasa, 14 April 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2512 shares
    Share 1005 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.