• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pneumonia Masih Jadi Pembunuh Anak Nomor Satu

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 16 Juli 2021 - 04:34
in Nasional
indoposco

Tangkapan layar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam Media Gathering Save The Children secara daring di Jakarta, Kamis (15/7/2021). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, pneumonia masih menjadi pembunuh pertama pada anak-anak di Indonesia.

“Pneumonia ini menjadi permasalahan meski kelihatannya ‘sederhana’ ya. Namun nyatanya masih menjadi pembunuh pertama sebenarnya untuk anak-anak kita,” ujar Nadia disaat menjelaskan mengenai tingkat kematian balita di Indonesia akibat pneumonia dalam Media Gathering Save The Children secara daring di Jakarta, Kamis (15/7).

BacaJuga:

PTK Kembalikan Kehidupan di Mangrove Kariangau, Satwa dan Flora Terus Bertambah

Mendagri Pastikan Bantuan Kemasyarakatan Presiden untuk Bencana di NTT Sudah Ditransfer

PN Tangerang Kabulkan Sebagian Gugatan Ahli Waris Yuamah: Kebenaran Lebih Terang dari Cahaya

Nadia menyampaikan, menurut data 2014, sebanyak 23 balita di Indonesia meninggal tiap jam dimana empat di antaranya meninggal akibat pneumonia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, 16 persen dari kematian anak usia dibawah 5 tahun disebabkan pneumonia. “Kita tahu kalau 16 persen dari kematian anak usia dibawah 5 tahun disebabkan pneumonia. Indonesia salah satu penyumbang kematian 6 dari 10 anak dampak pneumonia di 10 negara,” ujar dia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung Prof Dr dokter Cissy Kartasasmita yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan, pneumonia merupakan penyakit yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru. Peradangan ini mengakibatkan gangguan pada saat terjadinya pertukaran gas dalam paru-paru.

“Peradangan pada jaringan paru-paru. Jadi paru-paru kita itu ada banyak jaringan rongga-rongganya untuk pertukaran gas. Kalau jaringan itu ada peradangan, pertukaran tidak bisa terjadi,” ujar Cissy.

Cissy menyampaikan selain pneumonia, diare juga menjadi penyebab kematian tertinggi anak balita di Indonesia.

Beliau mengatakan negeri lain yang ikut menyumbang kasus kematian anak akibat pneumonia di antara lain yaitu Nigeria, Kongo, Afganistan, Pakistan, India serta China. (mg2)

Tags: Kemenkespenyakitpneumonia

Berita Terkait.

Petugas
Nasional

PTK Kembalikan Kehidupan di Mangrove Kariangau, Satwa dan Flora Terus Bertambah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:10
Tito
Nasional

Mendagri Pastikan Bantuan Kemasyarakatan Presiden untuk Bencana di NTT Sudah Ditransfer

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:06
Cluster
Nasional

PN Tangerang Kabulkan Sebagian Gugatan Ahli Waris Yuamah: Kebenaran Lebih Terang dari Cahaya

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:25
Prabowo
Nasional

IBSW Nilai Langkah Prabowo Hadapi Karhutla Sudah Tepat dan Terukur

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:15
Mendagri
Nasional

Rapat Bersama Presiden Prabowo, Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla di Riau Diperkuat

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:05
Abdul-Muti
Nasional

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026, Mendikdasmen: Prioritaskan Sekolah Terdampak Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:24

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.