• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Perhatikan ini Sebelum Kunjungi Dokter Gigi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 13 Juli 2021 - 18:38
in Gaya Hidup
indoposco

Ilustrasi. Seseorang sedang mendapat penanganan dokter gigi. Foto: Instagram/@firstdentalcitywalk

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anda yang ingin berkonsultasi langsung dengan dokter gigi pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saat ini perlu memperhatikan beberapa hal, salah satunya bersiap menjalani penapisan atau skrining secara ketat demi mencegah penularan Covid-19.

Dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Shaliha Hasim mengatakan, skrining ini mencakup pemeriksaan suhu, gejala dan kontak erat pada kasus Covid-19. Pasien yang bergejala seperti Covid-19 semisal meriang dan batuk saat skrining harus siap ditolak untuk berkonsultasi.

BacaJuga:

Kolaborasi Wuling dan Grab Dorong Perluasan Ekosistem Mobilitas Listrik yang Lebih Berkelanjutan

DesertX V2 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Penyegaran Dunia Motor Petualangan Ducati

Dugaan Adegan Ciuman Chen Linong dan Zhang Yifan Jadi Sorotan

“Kalau dia ada batuk tetapi memaksa untuk tindakan, minimal harus swab antigen dulu. Jadi, kalau ada gejala yang jelas, tidak akan kita terima. Kalau ternyata dia positif, masuknya ke dokter umum untuk diarahkan ke pengobatan Covid-19 dulu,” tutur dokter yang berpraktik di DMP Empang, Bogor itu saat dihubungi Antara, Selasa (13/07/2021).

Menurut Shaliha, hal ini berbeda dengan dulu. Pasien sekedar batuk batuk, pilek atau mengaku tidak kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan diterima untuk berkonsultasi.

Sebelum datang ke klinik gigi, pasien sebenarnya bisa memanfaatkan fasilitas telemedicine dulu sebagai deteksi awal masalah gigi mereka. Namun, memang tak semua kasus gigi bisa diselesaikan lewat telemedicine.

Setelah lolos penapisan, pasien harus masuk ke ruangan pemeriksaan sendiri sembari mengenakan APD. Apabila dia butuh ditemani pendamping, maka pendamping dibatasi hanya satu orang dan dia pun harus bersedia mengenakan APD.

APD untuk pasien dan pendamping biasanya bisa dibeli seharga Rp15 ribu yang terdiri dari gown (pakaian) dan head cap atau penutup kepala.

Selain itu pasien juga harus dilengkapi dengan informed consent (persetujuan medik) yang harus ditandatangi kalau mereka masuk dan dilakukan tindakan risiko tinggi tertular dan menularkan (Covid-19), kata Shaliha.

Selain menerapkan skrining ketat, Shaliha dan timnya memilih tetap praktik di tengah PPKM Darurat juga karena memiliki fasilitas APD level 3 sesuai anjuran Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) dan Kementerian Kesehatan.

Ruangan praktik pun diatur sesuai protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti memiliki ventilasi baik, penyemprotan ruangan setiap usai menangani satu pasien, dokter tidak makan dan minum serta salat di dalam ruangan pratik atau klinik.

Shaliha mengatakan para dokter dan perawat tidak makan dan minum di dalam ruangan klinik begitu juga solat (di tempat lain atau ruangan lain). Begitu APD mereka kenakan, mereka harus siap berlaku seperti sedang berpuasa. Untungnya konsultasi gigi hanya empat jam untuk setiap shift.

Kasus yang ditangani sebatas yang darurat seperti pulpitis yakni nyeri gigi berdenyut yang membuat sakit kepala sehingga pasien tidak bisa melakukan kegiatannya, abses atau bengkak, polip pulpa yakni jaringan asing tumbuh di dalam gigi sehingga membuat tidak nyaman saat makan.

Pada kasus polip pulpa, biasanya dokter akan membersihkan jaringan yang tumbuh lalu menutupnya sementara. Kasus lainnya, misalnya gigi berlubang dan ngilu, pemboran akan dilakukan minimal dan menambal sementara gigi berlubang itu.

“Yang menyebabkan aerosol itu pengeboran dan scalling. Jadi kalau scalling tidak sama sekali kecuali lokal misalnya karena dibutuhkan. Scalling seperti yang rutin dilakukan kami tolak. Kalau penambalan yang butuh pengeboran banyak biasanya ditunda dengan penambalan sementara” tutur Shaliha.

Sebelumnya, PDGI melalui surat edaran pada 3 Juli 2021 mengimbau dokter gigi selama PPKM Darurat sementara tidak membuka praktik. Tetapi bagi dokter yang membuka praktik, hanya melayani kasus-kasus darurat sembari mengenakan APD level 3. Dokter juga dianjurkan memberikan pelayanan pada pasien melalui teledentistry atau telemedicine.

Imbauan ini dikeluarkan salah satunya seiring peningkatan kasus Covid-19 yang semakin tinggi di Indonesia. Data dari laman covid19.go.id, terjadi penambahan sekitar 40.427 kasus baru pada Selasa pukl 12.05 WIB dengan total kasus menjadi 2.567.630. Dari angka ini, pasien sembuh mencapai 2.119.478 orang.

Di sisi lain, PDGI mencatat pada 5 Februari 2021 sebanyak 396 dokter gigi yang terpapar Covid-19 dengan rincian dari puskesmas 199 orang, rumah sakit 92 orang, klinik 36 orang, praktek mandiri 35 orang, dan institusi pendidikan atau fakultas kedokteran gigi 13 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 39 orang di antaranya meninggal dunia.

Risiko penularan Covid-19 di klinik gigi

Virus SARS- CoV-2 diketahui menyebar melalui tetesan pernapasan dan prosedur gigi diketahui menghasilkan banyak aerosol sehingga menyebabkan kekhawatiran air liur yang keluar selama pembersihan atau prosedur restoratif dapat membuat ruang praktik dokter gigi menjadi lokasi transmisi tinggi virus penyebab Covid-19 itu.

Mengomentari hal ini, peneliti dari Ohio State University melalui studi yang dipublikasikan dalam Journal of Dental Research pada 12 Mei 2021 menemukan, bukannya air liur tetapi larutan encer alat irigasi yang menjadi sumber utama bakteri atau virus dalam percikan dan semburan dari mulut pasien.

Bahkan ketika tingkat rendah virus SARS- CoV-2 terdeteksi dalam air liur pasien tanpa gejala, aerosol yang dihasilkan selama prosedur tindakan pada gigi tidak menunjukkan tanda- tanda virus corona.

“Membersihkan gigi tidak meningkatkan risiko infeksi Covid-19,” kata peneliti sekaligus profesor periodontologi di Ohio State, Purnima Kumar seperti dikutip dari Science Daily.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan, aerosol dari prosedur gigi cenderung mendarat di wajah dokter dan dada pasien dengan jarak jangkau bisa sampai sejauh 11 kaki atau 3,3 meter.

Air liur sempat dikatakan berpotensi mematikan pada awal pandemi Covid-19. Untuk itu, Kumar dan tim memutuskan melakukan studi melibatkan 28 pasien yang menerima implan gigi dan restorasi di Ohio States College of Dentistry pada 4 Mei dan 10 Juli 2020.

Para peneliti mengumpulkan sampel air liur dan larutan pembersih yang digunakan untuk membilas mulut saat sebelum serta 30 menit setelah prosedur.

Mereka menemukan, mikroba dalam larutan pembersih gigi (irigasi) berkontribusi sekitar 78 persen di dalam aerosol sementara air liur, bila ada, menyumbang 0,1- 1,2 persen dari mikroba yang didistribusikan di sekitar ruangan.

“Larutan irigasi mengencerkan air liur dengan perkiraan 20- 200 kali lipat, dan penelitian ini divalidasi oleh studi tahun 2020 yang melaporkan kurang dari 1 persen tingkat positif Covid-19 di kalangan dokter gigi,” kata Kumar.

Dokter gigi berada di garis depan praktik pengendalian infeksi dalam perawatan kesehatan. Selama pandemi, protokol baru diterapkan para dokter di ruang praktik termasuk sistem ventilasi ruangan yang diperkuat, peralatan penyedot aerosol ekstra, masker N95 dan pelindung wajah dan perpanjangan waktu henti antar pasien.

Mereka ini tentu tidak merasa aman karena dikelilingi aerosol. Temuan studi ini bisa menenangkan mereka saat melakukan prosedur.

“Namun, kita tidak boleh melupakan fakta virus ini menyebar melalui aerosol, dan berbicara, batuk atau bersin di klinik gigi masih dapat membawa risiko penularan penyakit yang tinggi,” demikian pesan Kumar. (mg3)

Tags: covid-19dokter gigikesehatanSkrining

Berita Terkait.

HC
Gaya Hidup

Kolaborasi Wuling dan Grab Dorong Perluasan Ekosistem Mobilitas Listrik yang Lebih Berkelanjutan

Senin, 22 Juni 2026 - 13:04
DesertX-V2
Gaya Hidup

DesertX V2 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Penyegaran Dunia Motor Petualangan Ducati

Senin, 22 Juni 2026 - 11:02
Aktor
Gaya Hidup

Dugaan Adegan Ciuman Chen Linong dan Zhang Yifan Jadi Sorotan

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:09
Aktris
Gaya Hidup

Seo Su Min cs Siap Guncang Dunia So Ji Sub dalam “Agent Kim Reactivated

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:17
Raper
Gaya Hidup

Tablo Epik High Beberkan Aturan Sensor Korea, Warganet Heran

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:45
Allee
Gaya Hidup

Agensi Ailee Membantah Rumor Kehamilan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:03

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
Salah
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Comeback, Mesir Bekuk Selandia Baru dan Rebut Puncak Klasemen

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 22 Juni 2026 - 12:03

INDOPOSCO.ID - Mesir menunjukkan mental juara saat membungkam Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia...

SelengkapnyaDetails
Trossard

Hasil Piala Dunia 2026: Ditahan Imbang Iran, Lini Serang Belgia Kurang Efektif

Senin, 22 Juni 2026 - 10:41
Yamal

Libas Arab Saudi 4-0, Yamal Sebut Spanyol Sudah Temukan Ritme Permainan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:39
Helio-Varela

Hasil Piala Dunia: Pertahanan Buruk Bikin Uruguay Gagal Menang Atas Tanjung Verde

Senin, 22 Juni 2026 - 07:55
Oyarzabal

Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

Senin, 22 Juni 2026 - 07:45
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.