• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Dokter d’Lois

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 13 Juli 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Saya lagi membayangkan: bagaimana jalannya pemeriksaan polisi atas dr Lois Owien itu. Kemarin, (12/7/2021). Pasti penuh dengan istilah kedokteran, obat, virus, jenis penyakit, dan seterusnya. Mungkin membuat berkas pemeriksaannya juga lama: harus menyebut nama-nama obat yang ejaannya harus benar. Juga mengenai kegunaan obat-obat itu. Lalu kombinasinya.

BacaJuga:

Tepat Waktu

Zhu Rongji

Sutrimo Winda

Belum lagi polisi, yang memeriksa itu, menganggap dr Lois sebagai orang apa: sebagai orang yang menderita gangguan jiwa atau sebagai ilmuwan waras.

Yang jelas dr Lois orang yang pintar. Setidaknya lebih pintar dari saya. Dia juga terlihat sebagai orang yang haus belajar. Dari podcast terbarunya, dia terkesan mengikuti banyak jurnal kedokteran internasional.

Dia juga terlihat merasa sering diremehkan –yang mungkin ikut mengganggu kejiawannya. Misalnya karena dia belum punya keahlian sebagai dokter spesialis.

Dia memang memilih mendalami spesialisasi yang dianggap bukan bagian dari ilmu kedokteran: masalah hormon anti penuaan.

Dari podcast terbarunya dengan Prasalli, menunjukkan tidak ada sisa-sisa sebagai penderita kejiwaan. Begitu runtut bicaranya. Begitu terkendali sikapnya.

Podcast dengan Prasalli itu kelihatannya dilakukan setelah podcast dengan Babeh Aldo –yang dibredel oleh YouTube itu. (Lihat Disway kemarin). Podcast-nya dengan Prasalli aman-aman saja. Mungkin karena judulnya tidak provokatif. Isinya juga lebih dingin. Tapi dia tetap menyebutkan pandemi ini sebagai plandemi –pandemi yang direncanakan.

Dokter Lois terlihat sangat ”sadar cantik”. Wajahnya terlihat sangat dirawat. Rambutnya tertata cantik –sesuai dengan umurnya. “Yang jelas, dalam masalah komunikasi beliau pinter sekali,” ujar Aldo.

Sejak masih praktik sebagai dokter umum di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), dr Lois memang sudah tertarik pada soal kecantikan. Saya pun minta tolong wartawan Radar Tarakan, Yedidah Nakondo untuk mencari ibunda Lois. Yang masih tinggal di Tarakan. Yedidah hanya menemukan rumah yang dalam keadaan tertutup di Kampung Bugis. Rumah itu cukup bagus dibanding rumah-rumah sekitarnya. Letaknya di sebuah jalan masuk dari sebuah jalan utama di Tarakan.

Di depan rumah itu masih ada papan nama dokter Lois. Dari papan nama itu jelas namanya Lois. Bukan Louis. Dokter umum. Praktik tiap hari, pukul 17.00 sampai 20.00 . Papan nama itu sudah kusam –menandakan sudah lama ditinggalkan. Hurufnya masih bisa dibaca, tapi ada yang sudah mulai kabur.

Dulu, di sebelah tempat praktiknya itu dibuka klinik kecantikan. Namanya d’Lois. Klinik itu juga pernah ada di jalan utama di kota itu. Dokter Lois tamatan SMA Katolik Don Bosco, Tarakan. Lalu kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta. Angkatan lulus 2009.

Tugas pertamanya sebagai dokter PTT (pegawai tidak tetap): di Pulau Sebatik, kecamatan paling utara di Kaltara. Pulau itu separonya wilayah Indonesia, separonya lagi Sabah, Malaysia Timur. Tiga tahun dr Lois di situ. Lalu pindah ke Kota Tarakan, kota terbesar di Kaltara.

Ayah dr Lois sudah meninggal. Sang ayah adalah orang terkenal di kampungnya: Krayan. Itu sebuah kecamatan paling terpencil di Kaltara. Letaknya di perbatasan dengan Malaysia Timur. Tidak ada jalan darat menuju ke Krayan. Yang ada justru jalan darat dari Krayan ke Sarawak, Malaysia. Separo wilayah Krayan memang berbatasan dengan Sarawak. Separonya lagi berbatasan dengan Sabah.

Ayah dr Lois seorang mantri kesehatan di Krayan. Lalu dipindah ke Dinas Kesehatan di Tarakan. Sejak saya masih di Kalimantan Timur (Kaltim) dulu, Krayan terkenal dengan produk berasnya –karena enaknya. Harus naik pesawat kecil untuk ke sana.

Berarti dr Lois termasuk warga Suku Dayak Lundayeh. Yang umumnya memang hidup di Krayan dan sekitarnya. Termasuk banyak tinggal di pedalaman Sarawak dan Sabah. Pun Suku Dayak Lundayah ini sampai ada di Brunei Darussalam.

Sebenarnya dr Lois tidak pernah dipecat dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) setempat. Dia hanya pergi dari Tarakan tanpa mengurus kepindahan keanggotaannya. Dia juga tidak memperpanjang lagi izin praktik dokternya. Dia lebih tepat disebut dicoret dari daftar karena tidak mengurus administrasinya.

Saya kembali membayangkan sikap apa yang diambil oleh dr Lois di depan polisi. Sebagai penderita gangguan jiwa –dan karena itu tidak bisa dihukum? Atau sebagai ilmuwan sehat dengan segala risikonya?

“Rasanya beliau bahagia di sana,” ujar Babeh Aldo yang saya tanya kemarin petang. “Memang itulah rasanya yang beliau cari. Agar bisa mengungkapkan kebenaran yang beliau yakini,” katanya.

Aldo –nama aslinya Mohamad Ali Ridlo– ingin sekali bisa ikut membela dr Lois. “Guru-guru saya mengajarkan berteman itu harus jangan hanya di kala senang,” katanya.

Fenomena seperti dr Lois tidak hanya di Indonesia. Di Amerika pun biasa saja. Bahkan, dua hari lalu, Gubernur Negara Bagian South Dakota Kristi Noem, jadi bintang di pertemuan besar pendukung Partai Republik: “Saya satu-satunya gubernur yang tidak pernah melarang penutupan usaha, mengharuskan jaga jarak, dan mewajibkan masker.”

Dokter Lois juga sangat pede (percaya diri) dengan pendiriannya. Dia tidak takut siapa-siapa. Hanya takut pada Tuhan.

Maka saya ingin sekali melihat kelanjutan bagaimana polisi menangani dokter yang satu ini. (*)

Tags: diswaydr Lois Owien

Berita Terkait.

disway
Disway

Tepat Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Zhu Rongji

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Sutrimo Winda

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Deleg Deleg

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Kutukan Alam

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:00
disway
Disway

Jemput Depan

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3773 shares
    Share 1509 Tweet 943
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Makin Banyak Pengguna, Komunitas Geely Perkuat Kebersamaan di GIIAS 2026

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.