• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Tantangan Messi dan Peluang Argentina di Final Copa America 2021

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Juli 2021 - 20:42
in Headline
indoposco

Lionel Messi saat pertandingan perempat final Conmebol 2021 Copa America antara Argentina dan Ekuador di Olympic Stadium di Goiania, Brazil, 3 Juli 2021. Foto : Antara/AFP/Douglas Magno

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam final Copa America 2021, masyarakat Brasil justru mendukung Argentina. Padahal yang dilawan Lionel Messi Cs yang merupakan negaranya sendiri. Sebagian besar warga Brazil memang tidak pernah setuju Copa diselenggarakan di negaranya yang masih diamuk Pandemi Covid-19.

Mereka tidak suka kepada Presiden Jair Bolsonaro yang menganggap sepi pandemi, padahal setengah juta penduduk negara itu meninggal dunia karena penyakit tersebut. Mereka tak ingin Copa dipakai sebagai alat politik oleh Bolsonaro.

BacaJuga:

Peringatan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026, Begini Pesan Mendalam Menag

Yusril: Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi” Bukan Arahan Pusat

Kemenhaj Tegas Tak Cabut SE Dam di Tanah Air Meski Ditolak MUI: “Kami Hormati Perbedaan Fiqih”

Tapi banyak juga yang bukan karena faktor itu. Banyak yang mendukung Argentina karena semata karena Lionel Messi. “Sebelum menimpuki saya di ruang publik, biar saya jelaskan (alasan saya mendukung Argentina),” kata wartawan SporTV Brasil Fabiola Andrade seperti dikutip ESPN melalui Antara.

“Saya cinta Brasil dan sepak bola Brazil, saya memang punya beberapa teman orang Argentina. Tetapi saya tak menggunakan mereka semua itu sebagai alasan mendukung Argentina dalam final Copa America, tidak. Saya mendukung karena saya mencintai sepak bola dan @leomessi. Orang ini mesti memenangkan gelar bersama kostum negaranya! Demi keadilan!” papar Andrade dalam Instagram.

Di dunia ini, banyak yang mengungkapkan alasan serupa dengan Andrade. Karena Messi. Karena dia memang sudah begitu mempengaruhi milenium ini, bukan cuma karena cara memainkan sepak bola yang lain dari pada yang lain dan selalu membuat pecinta sepak bola sekolong jagat terperangah sekaligus menikmati sepak bola, tapi juga oleh berbagai penghargaan baik individual maupun non individual yang sudah didapatkannya, termasuk Ballon d’Or yang sudah enam kali direngkuhnya yang bahkan legenda-legenda seperti Diego Maradona, Franz Beckenbauer, Johan Cruijff atau Michel Platini tak bisa melakukannya.

Hanya Piala Dunia dan Copa America yang belum pernah diangkatnya, padahal Messi sudah malang melintang di lapangan hijau selama hampir dua dekade, bersama klub dan timnasnya.

Final Copa America rasa pandemi ini adalah final Copa keempat Messi yang bisa saja menjadi kesempatan terakhir untuk finis bersama sebuah tim juara. Sebelum ini dia selalu saja gagal, tidak hanya dalam final Copa, namun juga Piala Dunia.

Pertama dia gagal pada final Copa America 2007 di Venezuela ketika masih berusia 20 tahun. Brasil yang tak diperkuat pemain-pemain bintangnya mengalahkan Argentina 3-0. Setahun kemudian Messi menutup kegagalan itu dengan mengantarkan Argentina meraih medali emas Olimpiade 2008 di Beijing.

Messi Kecewa Berat

Ketika dia sudah matang bersama timnas dan Barcelona, Messi mendapatkan tiga kali kesempatan merebut trofi turnamen besar sepak bola; final Piala Dunia 2014, dan dua final Copa America edisi 2015 dan 2016. Semuanya gagal total.

Jerman menghabisi Argentina 1-0 dalam final Piala Dunia 2014 di Brasil, padahal saat itu Messi bermain cemerlang sampai dinobatkan ‘man of the match’ pada empat pertandingan sebelum mencapai final.

Dia beberapa kali nyaris menjebol gawang Jerman, tapi akhirnya harus melupakan trofi Piala Dunia ketika gol semata wayang Mario Gotze membunuh mimpi dia dan Argentina. Dunia bersimpati kepada Messi, sampai Golden Ball pun diberikan kepada dia, karena memang menjadi pemain terbaik sepanjang turnamen itu.

Setahun kemudian final Copa America 2015. Kali ini Chile mengubur impian Messi lewat adu penalti 4-1 setelah selama 120 menit bermain 0-0. Messi dianugerahi Most Valuable Player, tapi menolaknya. Mungkin Messi merasa tak lagi membutuhkan anugerah pribadi karena yang dia butuhkan adalah juara bersama Argentina.

Satu tahun kemudian kesempatan kesempatan muncul dalam final Copa America 2016. Kembali Chile menjungkalkan Argentina dalam adu penalti setelah juga selama 120 menit bermain 0-0.

Messi kecewa berat, dan kemudian menyatakan mundur dari timnas. Selama turnamen ini pun dia tetap menjadi bintang turnamen ini, sampai pelatih Chile, Juan Antonio Pizzi, menyanjung Messi pemain terbaik dalam Copa America 2016 itu.

Lima tahun berlalu, Sabtu (10/7/2021) yang bertepatan dengan Minggu (11/7/2021) pagi di Indonesia, Messi akan mencoba lagi peruntungan saat negaranya menghadapi tuan rumah Brazil dalam final Copa America 2021 di Maracana di Rio de Janeiro, tempat yang sama ketika Messi dan Argentina kalah dalam final Piala Dunia 2014 melawan Jerman.

Sekalipun pernah mengumumkan mundur dari timnas, Messi selalu siap membela negaranya. Dia sebenarnya pejuang yang tak pernah menyerah.

“Saya selalu siap untuk tim nasional saya. Impian terbesar saya adalah meraih gelar bersama kostum ini,” kata Messi. “Saya sudah sering hampir (meraih gelar). Tak berhasil juga tapi saya akan terus berusaha. Saya akan selalu memperjuang impian ini,” tandasnya.

Sembilan pelatih Argentina sudah berusaha meniru model bermain Barcelona yang membuat Messi bersinar dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub itu, ke dalam tubuh timnas Argentina. Namun sepertinya baru kali ini upaya itu berhasil.

Messi sudah memainkan 149 pertandingan bersama Argentina, namun baru dalam lima pertandingan terakhirnya atau selama Copa America 2021, penampilannya menyerupai penampilannya saat masa-masa terbaik bersama Barcelona, termasuk visinya di lapangan.

Dukungan Messi

Selama Copa America 2021, Messi sudah mencetak empat gol dan lima assist. Dia bermain dengan gaya Barcelona untuk timnasnya, mencetak gol dari tendangan bebas, memperdaya lawan dengan terus berlari dan melepaskan rangkaian umpan meskipun sudah dimakan usia.

“Inilah pemain terbaik yang kita bicarakan,” kata pelatih Argentina Lionel Scaloni. “Yang terbaik yang bisa kami selami sebagai pecinta sepak bola adalah dia bisa bermain sampai usia tak memungkinkannya. Tak ada yang lain. Bahkan lawan menikmati permainan dia,” ujarnya.

Argentina sendiri sudah menemukan formula untuk melindungi Messi. Duo gelandang Rodrigo de Paul dan Giovani Lo Celso senantiasa menguraikan hambatan yang menghalangi pergerakan Messi, sambil tak henti mengirimkan umpan matang kepada dua pemain sayap nan agresif Lautaro Martinez dan Nico Gonzalez. Martinez konstan menekan bek-bek lawan untuk membuka celah bagi Messi untuk menusuk pertahanan lawan.

Tak seperti skuad-skuad Argentina sebelumnya, rekan-rekan satu tim Messi kompak memainkan bagian dari kebangkitan Messi untuk Argentina yang terakhir kali menjuarai Copa America pada 1993.

Messi padu bermain dengan Leandro Paredes, De Paul, Lo Celso, dan semua juniornya yang kebanyakan tumbuh sebagai pemain profesional dengan menjadikan Messi sebagai idolanya.

Messi pun terlihat nyaman sampai terlihat tidak ambil pusing dengan hingar bingar soal masa depannya di Barcelona. Rekan-rekanya timnasnya yang rata-rata jauh lebih muda, bermain bukan sekadar sebagai rekan satu tim Messi, melainkan juga bagaikan murid yang berusaha meninggikan mentornya.

Lihatlah tingkat Martinez setelah menciptakan gol ke gawang Kolombia dalam semifinal yang berakhir adu penalti itu. Martinez melambaikan tangan kepada Messi yang memberikan assist kepada dia, sambil mencondongkan punggungnya agar dinaiki Messi.

Ini bukan sekadar selebrasi. Ini pesan dari pemain-pemain muda Argentina bahwa mereka bermain bukan hanya demi Argentina, tapi juga demi membantu sang idola memenuhi dahaga gelar bersama timnas.

“Messi selangkah lebih maju dari kami semua,” kata De Paul. “Satu pihak di sini untuk tumbuh, untuk membantu. Kami semua berada di jalan yang sama. Yang penting menang dan mewakili Argentina dengan baik,” katanya.

Inilah yang membuat Messi kali ini yakin jalan juara turnamen besarnya sudah dekat, hingga dia pun berani berkata, “ini saatnya kami menjuarai Copa.” (aro)

Tags: Copa AmericaCopa America 2021ekuadorfinalLionel MessiTimnas Argentina

Berita Terkait.

Nasarudin
Headline

Peringatan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026, Begini Pesan Mendalam Menag

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:20
Yusril
Headline

Yusril: Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi” Bukan Arahan Pusat

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:28
anjar
Headline

Kemenhaj Tegas Tak Cabut SE Dam di Tanah Air Meski Ditolak MUI: “Kami Hormati Perbedaan Fiqih”

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:27
bowo
Headline

Prabowo: Negara Bakal Terima Uang Rampasan Rp49 Triliun Bulan Depan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:43
cerdas cermat
Headline

Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:14
Prabowo
Headline

Prabowo Sindir Koruptor, Uang Hasil Kejahatan Sering Lari ke ‘Perempuan Simpanan’

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1119 shares
    Share 448 Tweet 280
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1087 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.