• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar: Energi Baru Terbarukan Tidak Mungkin Gantikan Migas

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 9 Juli 2021 - 07:10
in Nasional
Tangkap layar praktis perminyakan Rubi Rubiandini dalam diskusi daring terkait operasional dan tantangan industri hulu migas di Jakarta, Kamis (8/7/2021). Foto: ANTARA/HO-SKK Migas

Tangkap layar praktis perminyakan Rubi Rubiandini dalam diskusi daring terkait operasional dan tantangan industri hulu migas di Jakarta, Kamis (8/7/2021). Foto: ANTARA/HO-SKK Migas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Praktisi perminyakan Rubi Rubiandini memandang energi baru terbarukan atau EBT tak mungkin bisa menggantikan posisi minyak dan gas bumi sebagai sumber energi primer di Indonesia.

“EBT is very welcome. Semua orang welcome kalau kita bisa mengembangkan EBT, tetapi kami yang tahu teknis tentang operasional enggak mungkin EBT menggantikan migas yang ada cuma substitusi,” kata Rubi dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Kamis.

BacaJuga:

Peringati HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan

Tangani Gempa NTT, Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Absen Upacara di Istana

Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe

Mantan Kepala SKK Migas ini menjelaskan bahwa energi baru terbarukan hanya diperlukan sebagai sumber bahan bakar pengganti energi fosil yang kini masih dominan impor dan membebani keuangan negara.

Lebih lanjut dia mencontohkan konsumsi minyak saat ini mencapai 1,8 juta barel per hari, lalu anggap saja dilepas 800.000 ribu barel menyisakan 1 juta barel, maka angka itu tidak mungkin bisa dipenuhi oleh energi baru terbarukan.

“Kita tidak punya kemampuan yang cukup untuk memenuhi energi sebesar itu, kecuali bila nuklir dilepas. Selama bukan nuklir sebagai penggantinya, maka tidak mungkin,” ucap Rubi.

Dia mengungkapkan sumber minyak dan gas bumi belum akan habis hingga 100 tahun ke depan, karena rata-rata kedalaman sumur eksplorasi hanya 15 kilometer, sedangkan lapisan tanah yang mengandung migas juga terdapat pada kedalaman 100 kilometer.

Indonesia saat ini belum memiliki teknologi untuk mengeksplorasi sumber-sumber migas pada kedalaman tersebut.

Rubi juga mencontohkan tentang mobil listrik yang saat ini menjadi program pemerintah bidang transportasi dan energi.

Menurutnya, mobil listrik hanya mengurangi penggunaan bahan bahan bakar minyak tetapi untuk sumber setrum yang digunakan masih berasal dari energi fosil berupa minyak, gas, dan batu bara yang saat ini masih banyak dipakai oleh pembangkit-pembangkit listrik di Indonesia.

Bahkan dari sisi pembangkit, seperti panel surya membutuhkan lahan yang cukup luas agar bisa menghasilkan listrik yang signifikan.

“Kalau minyak gampang untuk satu megawatt, panas bumi untuk 15 megawatt bisa dari satu sumur. Kalau dari sinar matahari harus berapa hektare,” tukas Rubi.

Dalam proyeksi kebutuhan energi Indonesia yang dirumuskan Dewan Energi Nasional, volume pemakaian minyak dan gas bumi diproyeksikan mengalami peningkatan selama tiga dekade ke depan.

Pada 2020, volume penggunaan minyak sebesar 1,66 juta barel per hari dan volume gas bumi tercatat mencapai 6.557 MMSCFD.

Jumlah itu meningkat menjadi 2,27 juta barel per hari dan 11.728 MMSCFD pada 2030.

Kemudian minyak bumi bertambah lagi menjadi 3,97 juta barel per hari dan gas bumi sebanyak 26.112 MMSCFD pada 2050.

Dalam kurung waktu 30 tahun ke depan, konsumsi minyak naik 138 persen dan konsumsi gas bumi meningkatkan sebanyak 298 persen. Peningkatan kebutuhan migas itu disebabkan peningkatan konsumsi.

“Yang masih percaya EBT menggantikan oil dan gas, itu tidak, yang ada silakan mengsubstitusi berapa pun besarnya tidak akan pernah menggantikan kecuali Indonesia berani membuka nuklir,” ucap Rubi yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM periode 2012-2013. (bro)

Tags: Energi Barumigas

Berita Terkait.

Menkop-RI
Nasional

Peringati HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:42
Pratikno
Nasional

Tangani Gempa NTT, Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Absen Upacara di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:32
Sorue-Jaya
Nasional

Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:41
Prabowo
Nasional

Di Renungan Suci, Prabowo Tegaskan Api Perjuangan Pahlawan Kembali Diteguhkan

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:21
sby
Nasional

Absen dalam Perayaan Kemerdekaan di Tanah Air, SBY Kirim Pesan dari Rochester

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:06
Mendagri
Nasional

Kunjungi Manggarai Timur, Mendagri Pastikan Percepatan Pemulihan Pascagempa

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:30

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    1604 shares
    Share 642 Tweet 401
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3819 shares
    Share 1528 Tweet 955
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.