• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Preview Euro 2020: Prancis vs Jerman

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 15 Juni 2021 - 12:47
in Olahraga
indoposco

Asisten pelatin tim nasional Prancis Guy Stephan (kiri) bersama para pemain Les Bleus dalam sesi latihan di Allianz Arena di Muenchen pada 14 Juni 2021 menjelang pertandingan Grup F EURO 2020 melawan Jerman. Foto: AFP/Franck Fife

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pertemuan Prancis yang juara Eropa dua kali dan juara dunia dua kali, dengan Jerman yang juara Eropa tiga kali dan juara dunia empat kali, dalam pertandingan Grup F Euro 2020 ini adalah pertemuan kelas berat yang terlalu dini terjadi.

Nasib mengharuskan mereka harus satu saling menghancurkan sejak awal karena berada dalam satu grup yang juga dihuni juara bertahan Piala Eropa Portugal.

BacaJuga:

Jelang Laga Krusial Kontra Vietnam, Shayne Pattynama Kirim Peringatan Penting

Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Ditantang Persija, Arema Hadapi Persebaya

Bobol Gawang Aston Villa, Arkhan Kaka Bongkar Bekal Berharga dari Training Camp

Peserta keempat dalam grup ini, Hungaria, juga bukan kontestan sembarangan. Negeri ini sudah dua kali runner-up Piala Dunia dan pada Euro 2016 memuncaki fase grup yang juga dihuni Portugal, dikutip dari Antara.

Pertemuan ini juga sarat dengan ambisi pribadi pelatih-pelatihnya di mana pelatih Prancis Didier Deschamps berambisi menjadi orang pertama yang menjadi juara dunia dan juara Eropa baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

Sedangkan Joachim Loew ingin mewariskan lagi landmark bagi Jerman yang spesialis turnamen setelah babak belur dalam Piala Dunia 2018 dan sebelum dia mengakhiri era kepelatihannya yang sekali sukses mengantarkan Jerman juara dunia.

Sekalipun pertandingan pembuka bukan yang paling menentukan, baik Deschamps maupun Loew menganggap pertemuan di Stadion Allianz di Muenchen Rabu dini hari pukul 02.00 WIB itu adalah soal martabat.

Prancis melewati pertandingan pertama Piala Dunia 2018 dengan susah payah mengalahkan Australia 2-1 sebelum menjuarai turnamen ini. Itu melawan Australia, tapi yang ini Jerman. Ada ambisi di sana sekalipun Deschamps menyembunyikannya.

“Realita bahwa pertandingan pertama memang penting tapi bukan berarti menentukan,” kata Deschamps seperti dikutip Reuters. “Kualitas lawan yang kami hadapi besok mengubah pertandingan itu menjadi pertemuan yang fantastis. Kami adalah dua tim terbaik di Eropa, ini soal siapa yang klinis dan memanfaatkan peluang.”

Jerman sendiri, yang untuk pertama kali dalam sejarah sepakbolanya tersingkir dalam fase grup turnamen besar pada Piala Dunia 2018 di Rusia, tak mau dianggap sebelah mata.

Jerman yang seperti Prancis menerobos putaran final Euro 2020 dengan status juara grup kualifikasi ini tak mau kegagalan dalam Piala Dunia tiga tahun lalu menjadi barometer untuk timnya saat ini sekalipun masih dilatih Loew.

“Kami tahu Prancis sukses dalam beberapa tahun terakhir. Tapi kami masih merupakan tim yang sangat bagus yang akan tidak nyaman untuk dihadapi. Kami menaruh hormat kepada mereka tetapi kami tidak menganggap diri undedog. Kami ingin memenangkan pertandingan ini di sini di Muenchen,” ujar kapten dan penjaga gawang Jerman Manuel Neuer.

Ya, penonton adalah faktor tambahan yang penting yang tidak dimiliki Prancis walaupun Stadion Allianz hanya membolehkan masuk 14 ribu penonton.

Tetapi, kecuali Thomas Mueller dan Mats Hummels serta Neuer, skuad Jerman yang ini memang belum seteruji skuad Prancis yang difavoritkan juara. Skuad Prancis dihuni oleh sebagian besar pemain yang masih segar merasakan trofi Piala Dunia bahkan kini ditambah Karim Benzema yang akan membentuk trisula maut bersama Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.

Jerman sekali lagi menolak pandangan kefamiliaran skuad dengan turnamen besar sebagai faktor besar. “Yang akan menjadi penting esok nanti itu adalah melakukan apa yang sudah ditunjukkan tim dalam 14 hari terakhi,” tutur gelandang Jonas Hofmann.

Prediksi line-up (laman UEFA-Euro 2020)

Prancis: Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez; Paul Pogba, N’Golo Kante, Adrien Rabiot; Antoine Griezmann, Karim Benzema, Kylian Mbappe

Jerman: Manuel Neuer; Matthias Ginter, Mats Hummels, Antonio Rudiger; Joshua Kimmich, Ilkay Gundoğan, Toni Kroos, Robin Gosens; Kai Havertz, Thomas Mueller, Seger Gnabry

Skenario pertandingan

Kabar menggembirakan bagi Prancis menjelang turnamen ini kickoff adalah Karim Benzema dipanggil kembali setelah enam tahun absen. Sempat mengkhawatirkan tak bisa dipasang pada laga pembuka karena cedera saat laga persahabatan melawan Bulgaria, juga Antoine Griezmann, kedua pemain akhirnya dinyatakan siap diturunkan Deschamps.

Prancis akan memasang formasi 4-1-2-1-2 dalam formasi baku 4-3-3. Kapten Hugo Lloris mengemban tugas utama menjaga gawang yang akan dibentengi oleh duo bek tengah, Raphael Varane dan Presnel Kimpembe. Untuk mengisi sayap pertahanan dan sekaligus tumpuan awal serangan, dua pemain Bayern Muenchen, Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez, akan menempati posisi pada kedua bek sayap.

N’Golo Kante akan dipasang sebagai gelandang yang lebih berorientasi bertahan di depan duo poros ganda serangan Adrien Rabiot dan Paul Pogba. Khusus Pogba, gelandang Manchester United ini akan dibebaskan bergerak guna memaksimalkan kreativitasnya, terutama dalam membantu serangan dan menusuk ke sepertiga akhir lapangan.

Pada sepertiga akhir lapangan trio Mbappe – Griezmann – Benzema membentuk trisula maut yang siap meneror Jerman. Griezmann akan ditaruh lebih ke tengah, sebaliknya Mbappe dan Benzema menyamping mengapit dia di bagian terakhir sistem permainan Prancis. Jika tidak terlalu lancar, Deschamkps masih memiliki ujung tombak tak kalah maut pada diri striker Chelsea Olivier Giroud yang mencetak dua gol saat melawan Bulgaria.

Mengetahui pasti Prancis akan memanfaatkan semaksimal mungkin bomber-bomber-nya dalam barisan depan dan juga tengah, Jerman kemungkinan besar berusaha menguasai lapangan tengah yang menjadi kunci baik saat menghadapi agresi Prancis ke pertahanan Prancis maupun saat melancarkan ofensif ke daerah pertahanan Prancis.

Untuk itu Jerman akan cenderung memasang formasi berpangkal pada 4 gelandang dalam pola 3-4-3. Sekalipun Loew dipastikan kehilangan gelandang Bayern Muenchen Leon Goretzka, Jerman tetap berpeluang tetap bisa menanding lapangan tengah Les Bleus.

Manuel Neuer tetap menjadi pilihan utama menjaga gawang Die Mannschaft yang akan dilindungi oleh tiga bek tengah. Hummels menjadi jantung pertahanan, sedangkan Matthias Ginter dan Antonio Rudiger menjadi dua asisten yang mengapitnya. Tugas mereka yang utama adalah menjinakkan duet maut Kylian Mbappe dan Karim Benzema.

Untuk menghambat laju serangan Prancis dari sayap selain juga melapisi bek, gelandang Joshua Kimmich akan ditaruh dalam posisi yang condong ke kanan untuk sekaligus mengisi sektor kanan pertahanan Jerman jika diperlukan. Sebaliknya, Robin Gosens akan menempati sisi kiri permainan Jerman dan membantu serangan dari sini.

Akan halnya duo gelandang lainnya, Ilkay Gundogan dan Toni Kroos, akan bermitra tepat di tengah. Kedua gelandang ini mumpuni dalam soal mempertahankan dan menyalurkan bola. Dan ini penting dalam bertarung melawan Pogba khususnya. Jika rencana ini tak terlalu berhasil, Loew masih memiliki opsi memasang Florian Neuhaus.

Pada sepertiga terakhir lapangan, Muller akan beroperasi sebagai penyerang palsu atau false-nine, yang bisa menjadi pembuka bagi manuver Kai Havertz dan Serge Gnabry yang beroperasi pada area serang yang lebih melebar. Seandainya trio ini tak kunjung mempersembahkan hasil, Loew sudah siap dengan trio Leroy Sane, Timo Werner dan Jamal Musiala.

Statistik penting kedua tim

Ini pertemuan keenam Prancis dan Jerman dalam sebuah turnamen besar, namun yang pertama yang terjadi dalam fase grup. Sejauh ini mereka punya catatan relatif seimbang dengan masing-masing dua kali memenangkan dalam enam pertemuan ini.

Prancis tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhirnya melawan Jerman di bumi Jerman (3 menang, 2 seri). Pertemuan terakhir mereka pada September 2018 yang juga diadakan di Allianz Arena berakhir seri 0-0.

Ini pertandingan ke-18 Joachim Loew dalam Piala Eropa. Dia membawa Jerman ke semifinal pada lima dari enam turnamen besar, dan sekali mengantarkan Jerman juara dunia pada 2014.

Didier Deschamps membawa Prancis juara dunia 1998 dan juara Eropa 2000 sebagai pemain, dan juara dunia 2018 sebagai pelatih. Dia kini memburu catatan sukses juara Eropa sebagai manajer setelah nyaris melakukannya pada Euro 2016 ketika Les Bleus menjadi runner-up di bawah Portugal. (arm)

Tags: Euro 2020Piala EropaPiala Eropa 2020sepak bolaTimnas Jermantimnas Prancis

Berita Terkait.

Jelang Laga Krusial Kontra Vietnam, Shayne Pattynama Kirim Peringatan Penting
Olahraga

Jelang Laga Krusial Kontra Vietnam, Shayne Pattynama Kirim Peringatan Penting

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:46
Piala-Presiden
Olahraga

Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Ditantang Persija, Arema Hadapi Persebaya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:06
Arkhan
Olahraga

Bobol Gawang Aston Villa, Arkhan Kaka Bongkar Bekal Berharga dari Training Camp

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:24
Alex-Martins
Olahraga

Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:54
john
Olahraga

Reaksi John Herdman Usai Indonesia Tumbangkan Timor Leste 3-0

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:01
timns
Olahraga

Lumat Timor Leste 3-0, Indonesia Puncaki Klasemen Grup A

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2092 shares
    Share 837 Tweet 523
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

    878 shares
    Share 351 Tweet 220
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.