• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar AS Tergelincir Tertekan Imbal Hasil Obligasi yang Tetap Lemah

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 8 Juni 2021 - 10:03
in Ekonomi
Ilustrasi. Dolar AS di antara mata uang utama dunia. Foto: Antara/Reuters/Jason Lee/am

Ilustrasi. Dolar AS di antara mata uang utama dunia. Foto: Antara/Reuters/Jason Lee/am

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada akhir perdagangan Senin (7/6) atau Selasa (8/6) pagi WIB, tertekan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang tetap lemah di tengah penguatan euro dan pounds Inggris ketika para investor menantikan pertemuan bank sentral Eropa dan Amerika Serikat.

Data pekerjaan AS pada Jumat (4/6) telah memberikan tekanan pada dolar, karena investor bertaruh bahwa pertumbuhan pekerjaan tidak cukup kuat untuk meningkatkan ekspektasi Federal Reserve AS memperketat kebijakan moneternya.

BacaJuga:

Inni Dawet, Kuliner Tradisional yang Berkembang Manfaatkan LinkUMKM BRI

Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru

Melawan Penurunan Alamiah, PEP Zona 4 Andalkan Workover di 51 Sumur

Langkah itu berlanjut pada Senin (7/6), dengan imbal hasil obligasi pemerintah bertahan lemah, setelah penurunan pada Jumat (4/6), mengurangi permintaan untuk mata uang AS.

“Imbal hasil obligasi pemerintah sedikit lebih tinggi pada sesi ini, meskipun tetap jauh di bawah level yang terlihat sebelum laporan ketenagakerjaan. Ini kemungkinan pendorong pelemahan dolar AS pada Senin (7/6),” kata Ronald Simpson, Direktur Pelaksana analisis mata uang global di Action Economics, dikutip dari Antara.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya merosot 0,21 persen pada 89,946, sementara euro menguat 0,23 persen menjadi 1,2194 dolar AS. Dolar AS juga jatuh 0,23 persen menjadi 109,26 yen Jepang.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan terakhir di 1,569 persen. Mereka turun menjadi 1,560 persen dari 1,628 persen pada Jumat (4/6).

“Pada titik ini sepertinya pasar benar-benar ingin mendapatkan posisi short dolar. Bagi kami itu menunjukkan ada risiko mengejar langkah ini. Ini adalah posisi yang ramai. Anda sudah mendapatkan bagian pasar yang cukup besar yang merupakan net short dolar AS, jadi jika kita merasa perlu mengguncang posisi tersebut,” kata Bipan Rai, Kepala Strategi Valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets.

Sementara Rai mengatakan ada “beberapa risiko dolar akan reli” dia mencatat bahwa investor sedang menunggu pertemuan Federal Reserve minggu depan.

Pelaku pasar juga akan melihat data inflasi AS dan pertemuan Bank Sentral Eropa, keduanya pada Kamis (10/6).

Retorika dovish dari pembuat kebijakan ECB menunjukkan bank tidak terburu-buru untuk memperlambat laju pembelian di bawah Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) 1,85 triliun euro (2,24 triliun dolar AS).

Spekulan menurunkan posisi net short dolar mereka di minggu terakhir, menurut perhitungan Reuters dan data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS yang dirilis pada Jumat (4/6).

Investor mata uang tampaknya mengabaikan berita bahwa Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara kaya lainnya mencapai kesepakatan pada Sabtu (5/6) untuk memeras lebih banyak uang dari perusahaan multinasional, seperti Amazon dan Google, dan mengurangi insentif mereka untuk mengalihkan keuntungan ke surga pajak rendah di luar negeri.

“Diperkirakan mereka akan mencapai semacam kesepakatan,” kata Rai dari CIBC, tetapi dia mengatakan investor kemungkinan akan berhati-hati dalam bertaruh karena “Jalannya panjang dan memiliki banyak risiko.”

Dolar Australia, yang dipandang sebagai proksi untuk selera risiko, naik 0,22 persen versus dolar AS di 0,776.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin turun 0,83 persen menjadi 35.507 dolar AS, sementara Ether turun 0,61 persen menjadi 2.693 dolar AS. (arm)

Tags: dolar ASobligasi

Berita Terkait.

Inni Dawet, Kuliner Tradisional yang Berkembang Manfaatkan LinkUMKM BRI
Ekonomi

Inni Dawet, Kuliner Tradisional yang Berkembang Manfaatkan LinkUMKM BRI

Senin, 30 Maret 2026 - 14:51
Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat
Ekonomi

Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru

Senin, 30 Maret 2026 - 14:36
Siagakan 8.898 Personel, PLN NP Amankan 14,1 GW Listrik Selama Ramadan–Idulfitri
Ekonomi

Melawan Penurunan Alamiah, PEP Zona 4 Andalkan Workover di 51 Sumur

Senin, 30 Maret 2026 - 14:21
Operasi Gurita 2026, Langkah Preventif Bea Cukai Banten Lindungi Penerimaan Negara
Ekonomi

Operasi Gurita 2026, Langkah Preventif Bea Cukai Banten Lindungi Penerimaan Negara

Senin, 30 Maret 2026 - 14:11
Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat
Ekonomi

Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat

Senin, 30 Maret 2026 - 14:01
Fitch Menaikkan Asumsi Harga Komoditas, Ini Prospeknya
Ekonomi

Fitch Menaikkan Asumsi Harga Komoditas, Ini Prospeknya

Senin, 30 Maret 2026 - 13:51

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.