• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kurikulum Merdeka Belajar, Ini Target Output 2045

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 1 Juni 2021 - 11:17
in Nasional
indoposco

Ilustrasi. Foto: Instagram/@ditjen.dikti

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menyongsong era kampus merdeka belajar program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Trilogi Jakarta menyelenggarakan seminar dengan tema ‘Sarasehan Kurikulum Merdeka Belajar Menuju Pendidikan Merdeka’, Senin (31/5), secara virtual.

Kepala Program Studi PGSD Universitas Trilogi Jakarta sekaligus ketua panitia seminar Dr. Rudi Ritonga mengatakan, ini penting karena terkait arah dan orientasi pendidikan tinggi ke depan. Perubahan orientasi ini otomatis mempengaruhi kurikulum pendidikan tinggi.

BacaJuga:

Pemerintah Jamin Pasokan Energi di Jateng Mencukupi Selama Idulfitri

Pendiri Djarum, Michael Bambang Hartono Tutup Usia

Kementerian PU Siaga 24 Jam Jaga Kelancaran Perjalanan Mudik Lebaran

“Tak bisa dimungkiri, perubahan ini juga dipengaruhi kemajuan informasi teknologi,” ujarnya

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro yang membuka seminar itu menekankan kesiapan penerapan merdeka belajar dan kampus merdeka (MBKN) di Universitas Trilogi. Pada seminar yang berlangsung secara daring ini menghadirkan peserta sebanyak 1.400 orang dari seluruh Indonesia.

Sesi pertama seminar ini dipandu Dr. Kabul Wahyu Utomo selaku Wakil Rektor Universitas Trilogi. Di sini, Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho,M.M, Ketua Yayasan Pembangunan Pendidikan Indonesia Jakarta menjelaskan kampus merdeka itu adalah kampus mandiri, bebas berfikir untuk mencari kebenaran melalui tridharma perguruan tinggi.

“Konsep merdeka belajar di Universitas Trilogi diterapkan melalui teknososiopreneur untuk mendorong kemajuan pendidikan terpadu,” jelasnya.

Kemudian, Prof. Dr. Amilin, S.E.Ak., M.Si., CA., QIA., BKP., CRMP, Dekan FEB UIN Jakarta memaparkan implementasi MBKM dan pengalaman di UIN Jakarta. Dikatakannya, MBKM sejatinya diturunkan dari visi SDM unggul Indonesia berkarakter Pancasila.

“Ini mencakup berahlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong dan kebhinekaan global,” sebutnya.

Sedangkan pada sesi kedua dipandu oleh Rossi Iskandar. MPd, Dosen PGSD Universitas Trilogi. Dalam paparan sesi kedua ini, Prof. Dr. Komarudin Sahid, M.Si, Rektor Universitas Negeri Jakarta menekankan permasalahan implementasi MBKM pada semua kampus. Utamanya, kuliah di luar kampus 3 semester dengan jumlah 20 SKS.

“Paradigma pendidikan selama ini human resources development (HRD) dan human capacity development (HCD). Kebijakan MBKM muncul karena kurang diserap dunia usaha, maka lebih ke paradigma HRD,” jelasnya.

Kemudian, Dr. Gunas Mahdianto Kepala Bidang SD dan PKLK mewakili Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan, merdeka belajar ialah mengubah paradigma pembelajaran. Ada kebebasan sistem pembelajaran terbaik. Disesuaikan lingkungan sekolah dan peserta didik. Di sini, Dr. Gunas menyoroti aspek literasi dan numerik serta penilaian.

“Siswa harus mampu berpikir kritis dan lebih menggunakan kemampuan kognitif,” imbuhnya.

Paparan terakhir disampaikan Prof. Aris Djunaidi, mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim yang lebih menekankan kebijakan MBKM yang diturunkan dari visi SDM Indonesia 2045. Esensinya menjelaskan secara komprehensif dan holistik tentang bagaimana kebijakan dan implementasi kebijakan MBKM.

“Output-nya di tahun 2045 ialah memproduksi SDM (sumber daya manusia) unggul Indonesia maju yang berjiwa dan berkarakter Pancasilais,” pungkasnya. (arm)

Tags: Kemendikbud Ristekmerdeka belajaruniversitas trilogi

Berita Terkait.

Wahyudi-Anas
Nasional

Pemerintah Jamin Pasokan Energi di Jateng Mencukupi Selama Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:16
bambang
Nasional

Pendiri Djarum, Michael Bambang Hartono Tutup Usia

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:25
Wida
Nasional

Kementerian PU Siaga 24 Jam Jaga Kelancaran Perjalanan Mudik Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:03
Petugas-Masjid
Nasional

Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:10
Seskab
Nasional

Sentuhan Langsung Pejabat Jadi Kunci Bangun Kedekatan dengan Rakyat

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:37
Personel-JTT
Nasional

JTT Perkuat Layanan Mudik, Ratusan Petugas “On Call” Siap Tangani Darurat

Kamis, 19 Maret 2026 - 02:45

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2480 shares
    Share 992 Tweet 620
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    704 shares
    Share 282 Tweet 176
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    697 shares
    Share 279 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.