• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

India Didesak Percepat Vaksinasi Menyusul 1,5 Juta Kasus Baru

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 8 Mei 2021 - 10:27
in Internasional
indoposco

Detail guci berisi abu setelah upacara terakhir orang-orang termasuk mereka yang meninggal karena penyakit virus Corona (Covid-19) di sebuah krematorium di New Delhi, India (6/5/2021). Foto: Antara/Reuters/Danish Siddiqui/aww

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pimpinan oposisi India, Rahul Gandhi, mendesak pemerintah untuk melakukan vaksinasi terhadap penduduk negara dengan tepat dan menelusuri virus corona dengan basis keilmuan dalam upaya untuk menekan gelombang kedua, di mana terdapat 1,5 juta kasus baru dalam sepekan.

“Kekurangan strategi Covid dan vaksin yang jelas dan koheren serta kesombongan dalam mendeklarasikan kemenangan prematur atas virus yang masih menyebar luas, telah menempatkan India di posisi yang sangat berbahaya,” kata Gandhi dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Narendra Modi, Jumat (7/5).

BacaJuga:

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

Modi telah dikritik secara luas karena tidak mengambil langkah lebih cepat untuk menekan gelombang kedua, setelah festival-festival keagamaan dan aksi-aksi politik menyebabkan puluhan ribu orang berkumpul dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi acara “penyebaran super”.

Pemerintahannya juga telah dikritik karena menghentikan pembatasan kegiatan sosial terlalu cepat, menyusul gelombang pertama dan atas keterlambatan program vaksinasi, yang disebut para ahli medis sebagai satu-satunya harapan India dalam mengontrol gelombang kedua Covid-19.

Kala India merupakan produsen vaksin terbesar kedua di dunia, negara tersebut kesulitan untuk mendistribusikan dosis yang cukup untuk menekan gelombang Covid-19.

Harian The Hindustan Times pada Jumat mendesak: “Percepat program vaksinasi, dapatkan cukup kendali terhadap pandemi…”

Modi telah menekankan bahwa negara-negara bagian India harus terus menjaga laju vaksinasi. Meski negara tersebut telah mendistribusikan setidaknya 157 juta dosis vaksin, laju inokulasinya telah menurun tajam dalam beberapa hari terakhir.

“Setelah mencapai laju sekitar 4 juta per hari, kini kita turun ke 2,5 juta per hari akibat kekurangan vaksin,” kata professor ekonomi dari Universitas British Columbia, Amartya Lahiri, dikutip dari harian Mint.

“Target 5 juta per hari berada di sisi yang lebih rendah dari apa yang harus kita targetkan, mengingat bahkan di laju tersebut pun, akan memakan kita satu tahun untuk memberikan dua dosis bagi semua masyarakat. Situasi saat ini sayangnya sangat kelam.”

Uni Eropa pada Kamis mendukung proposal Amerika Serikat untuk mendiskusikan perlindungan paten untuk vaksin Covid-19 dalam upaya untuk meningkatkan pasokan dan akses terhadap vaksin, terutama di negara-negara berkembang yang rentan.

India melaporkan rekor baru dalam peningkatan kasus virus corona sebanyak 414.188 kasus, pada Jumat, membawa total kasus baru pada pekan ini sebanyak 1,57 juta. Total kasus di India kini mencapai 21,49 juta. Sementara itu, kematian yang diakibatkan Covid-19 meningkat sebanyak 3.195 kasus menjadi 234.083.

Para ahli medis mengatakan bahwa situasi sebenarnya atas Covid-19 di India mencapai lima hingga 10 kali lipat dari penghitungan resmi. Pusat penyebaran baru di negara-negara bagian selatan

Sistem kesehatan India runtuh di bawah tekanan para pasien, dengan rumah-rumah sakit yang kehabisan tempat tidur dan oksigen medis. Kamar-kamar jenazah dan krematorium tidak dapat mengendalikan angka kematian dan tumpukan kayu pembakaran jenazah sementara dibakar di taman-taman dan tempat-tempat parkir.

Infeksi kini menyebar dari kota-kota yang terlalu padat ke pedesaan yang jauh dan terpencil, yang merupakan rumah dari hampir 70 persen populasi sebesar 1,3 miliar.

Meski bagian utara dan barat India menanggung beban paling berat penyebaran virus itu, India selatan kini tampak menjadi pusat penyebaran baru. Bagian yang diambil oleh kelima negara bagian di selatan, dalam angka penyebaran harian, meningkat dari 28 persen menjadi 33 persen dlam tujuh hari pertama bulan Mei, menurut data.

Di kota Chennai, hanya satu dari 100 tempat tidur yang dilengkapi oksigen dan dua dari 200 tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) yang kosong pada Kamis, dari tingkat kekosongan sebesar 20 persen pada masing-masing 2 pekan lalu, menurut data pemerintah.

Di ibu kota teknologi India, Bengaluru, yang juga berada di bagian selatan, hanya 23 dari 590 tempat tidur di ruang-ruang ICU yang kosong, dan hanya satu dari 50 tempat tidur dengan ventilator yang kosong, situasi yang disebut para pejabat mengarah pada ancaman krisis.

Terdapat 325 ribu kasus Covid-19 aktif di Bengaluru, dengan permintaan ICU dan unit ketergantungan-tinggi (HDU) yang mencapai 20 kali lipat dari kapasitas, kata H M Prasanna, presiden Asosiasi Rumah Sakit dan Rumah Lansia Swasta di negara bagian Karnataka yang mencakup Bengaluru.

“Setiap pasien yang datang ke rumah sakit membutuhkan tempat tidur ICU atau HDU…itulah mengapa para pasien berlarian dari satu rumah sakit ke yang lainnya untuk tempat tidur ICU,” ujarnya.

“Terjadi pula kekurangan pasokan oksigen medis… Kebanyakan rumah sakit kecil yang tak dapat mendapatkan oksigen sehari-hari menolak untuk menerima pasien Covid-19.”

Sejumlah negara bagian India telah memberlakukan pembatasan pergerakan sosial dalam tingkatan berbeda dalam upaya untuk memutus penyebaran, namun pemerintah federal telah menolak untuk memberlakukan penguncian nasional.

Bantuan dari negara-negara asing terus masuk, dengan bantuan dari Polandia, Belanda, dan Swiss mencapai India pada Jumat (7/5), kata juru bicara kementerian luar negeri Arindam Bagchi melalui cuitan di Twitter. (arm)

Sumber: Reuters

Dikutip dari: Antara

Tags: covid-19Fakta varian Covid-19 IndiaIndia

Berita Terkait.

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina
Internasional

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

Rabu, 30 September 2026 - 12:12
DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa
Internasional

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Minggu, 27 September 2026 - 22:06
Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua
Internasional

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

Minggu, 27 September 2026 - 19:04
Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Internasional

Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Minggu, 27 September 2026 - 18:05
abbas
Internasional

Mahmoud Abbas di Majelis Umum PBB: Kebijakan Israel Ancam Keberadaan Warga Palestina

Jumat, 25 September 2026 - 15:52
masoud
Internasional

Sambil Pamerkan Foto Korban Perang di PBB, Presiden Iran Sebut AS-Israel Pelaku Teror

Kamis, 24 September 2026 - 13:47

OLAHRAGA

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia
Olahraga

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

INDOPOSCO.ID - Bek Timnas Indonesia Justin Hubner memberikan sindiran tajam kepada suporter Timnas Malaysia seusai membawa skuad Garuda melangkah ke...

SelengkapnyaDetails
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36
Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Libas Bangladesh 9-2, Indonesia Ungguli Malaysia dan Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:07
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3922 shares
    Share 1569 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.