• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Tabah 65 Atm

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 27 April 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Duka masih terus menyelimuti Nusantara. Magnitude tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 pada Rabu (21/4/2021)!lalu memang luar biasa. Tapi saya salah ketika membayangkan 53 prajurit TNI-Angkatan Laut (AL) yang bertugas di dalam kapal itu meninggal akibat kehabisan oksigen.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Kapal itu ternyata ditemukan pecah menjadi tiga bagian di dasar laut sedalam 838 meter di bawah permukaan laut (mdpl). Berarti 53 prajurit tersebut meninggal jauh sebelum oksigen di kapal itu habis.

Kisah oksigen ini bermula ketika ada penjelasan bahwa persediaan oksigen di kapal itu hanya cukup untuk tiga hari. Yang berarti oksigen akan habis pada Sabtu (24/4/2021) pukul 03.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah) dini hari.

Begitu Sabtu pagi belum ada kejelasan di mana posisi Nanggala, secara matematika, mereka sudah meninggal dunia –kehabisan oksigen. Atau, begitu diketahui kapal berada di kedalaman 800 mdpl, maka semuanya, secara ilmiah, pasti hancur.

Tapi begitu ada indikasi bahwa posisi kapal itu berada jauh di dalam laut, penyebab kematian tidak harus karena kehabisan oksigen.

Sebelum persediaan oksigen habis pun bisa terjadi apa pun. Terutama dikaitkan dengan tekanan atmosfer di dalam laut. Yang kian dalam, tekanan itu kian tinggi.

Kini semuanya jelas: kapal itu ditemukan di kedalaman laut 838 mdpl. Keadaannya tidak utuh lagi –terbelah menjadi tiga. Atau lebih.

Di kedalaman 800 mdpl itu tekanannya sekitar 65 Atm (Atmosfer). Atau sekitar 65,8 bar. Dalam tekanan sekuat itu kapal pasti pecah. Bahkan, menurut teori, kapal sudah mulai retak ketika memasuki kedalaman 300 mdpl. Kian dalam posisi kapal kian parah retakan itu.

Pada kedalaman 600 mdpl mestinya kapal itu sudah patah-patah.

Dari teori itu, maka persediaan oksigen tiga hari tidak ada hubungan dengan kematian 53 prajurit di kapal itu. Kemungkinan besar, di hari pertama pun mereka sudah tewas.

Yakni ketika kapal itu pecah. Bahkan, mungkin, tidak perlu menunggu satu hari. Pun satu jam.

Dalam beberapa menit saja kapal itu bisa berubah dari kedalaman 100 mdpl ke 300 mdpl. Lalu ke 600 mdpl. Akhirnya ke 800 mdpl. Dari posisi 100 ke 800 mdpl itu barangkali hanya memerlukan waktu kurang dari setengah jam.

Kalau kapal selam yang begitu perkasa saja bisa pecah menjadi tiga, bisa dibayangkan nasib tubuh manusia. Yang hanya terdiri dari unsur air dan debu. Maka, dengan tekanan 65,8 bar, tubuh manusia bisa remuk menjadi seperti air lagi. Hanya jaket mereka yang tidak hancur –kalau jaket itu plastik. Semua organ yang berongga langsung mimpes dan lumat.

Saya tidak pernah masuk ke dalam kapal selam. Wartawan saya, Nasaruddin Ismail, yang pernah merasakan ikut KRI Nanggala-402. Itu 20 tahun lalu. Ketika kami masih sama-sama aktif menjadi wartawan.

Waktu itu ia akan menerima brevet Hiu Kencana. Syaratnya harus pernah ”berlayar” di dalam kapal selam.

Nasaruddin memang wartawan yang lama bertugas di TNI-AL. Ia boleh tahu apa saja di situ. Tapi ia harus tahu mana yang bisa ditulis dan mana yang tidak. Nasaruddin dianggap lulus di situ. Ia mendapat penghargaan dari TNI-AL.

Waktu itu kapal selam Nanggala lagi ”parkir” di tengah laut. Di utara Kota Situbondo, Jawa Timur. Di Selat Madura. Nasaruddin diterbangkan dengan helikopter dari Surabaya. Heli itu mendarat di sebuah kapal perang.

Posisi Nanggala berada mepet di kapal perang itu. Maka Nasaruddin berjalan lewat bordes dari kapal perang ke kapal selam. Ia masuk ke kapal selam dari pintu atas di kapal itu. Dengan cara menuruni tangga yang tegak lurus.

Ruang di dekat tangga itu sempit. Hanya cukup untuk lima orang berdiri berdekatan.

Di ruang itulah penghargaan diberikan. Yakni setelah kapal Nanggala menyelam ke kedalaman 76 mdpl. Lalu memutar di perairan bawah laut itu selama sekitar satu jam.

Sebagai orang yang selama satu jam hanya di ruang sempit di dalam laut, Nasaruddin terperangah ketika pertama kali memunculkan kepala ke pintu atas kapal itu.

“Saat pertama melihat kembali alam ini saya kagum. Indah sekali alam ini,” katanya.

Berbeda dengan 53 prajurit yang beberapa hari berada di dalam kapal selam Nanggala.

Mereka tidak pernah lagi melongokkan kepala muncul dari pintu atas kapal itu.

Mereka adalah prajurit Wira Ananta Rudira –Tabah Sampai Akhir. Mereka hidup selamanya. Atau dalam istilah kebanggaan para pelaut sendiri mereka itu sedang “beristirahat dalam angin yang tenang di laut yang indah”.

Surat penugasan mereka tidak dicabut. Mereka juga tidak mengembalikan surat tugas itu. Selamanya. Mereka menyebut diri mereka masih dalam status sedang “patroli abadi”. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.