• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Tahan Diri dari Hoaks dengan Puasa Bermutu

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 24 April 2021 - 05:51
in Gaya Hidup
Guru Besar bidang Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Achmad Mubarok MA. Foto : Antara/HO-UIN Jakarta.

Guru Besar bidang Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Achmad Mubarok MA. Foto : Antara/HO-UIN Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Puasa yang bermutu tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja namun juga perilaku-perilaku tak terpuji seperti menahan diri dari hoaks. Demikian dikatakan Guru Besar bidang Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Achmad Mubarok.

Dia menambahkan, puasa dapat dibagi menjadi 3 tingkatan. Pertama adalah puasa orang awam atau puasa orang biasa yang hanya meninggalkan makan dan minum. ”Nah selama puasa ini mereka biasanya tetap menyebarkan berita hoaks, adu domba orang. Jadi puasa itu hanya tidak makan dan tidak minum. Itu nilai puasa yang paling rendah dan masyarakat kita masih banyak yang di situ,” ujarnya.

BacaJuga:

Tudingan Kekerasan dan Dugaan Penguntitan, Perseteruan Aktor Hong Min Gi dan Mantan Kekasih Memanas

Garda Terdepan di Rumah: Panasonic Hadirkan Baterai Koin Berteknologi “Benteng Ganda” demi Keamanan Anak

Mitsubishi Xforce HEV Bukan Sekadar Hybrid, Ini Keunggulannya

Kedua, puasa khusus. Yaitu puasa yang bukan hanya melulu menahan diri dari makan dan minum tetapi seluruh anggota badan menahan diri dari hal-hal yang tidak pantas dikerjakan.

Menahan diri dari berbicara bohong, mengadu domba, saling fitnah, menyebar hoaks. Seluruh anggota tubuh berpuasa dan menjauhi keburukan. Menurutnya, puasa yang bermutu adalah yang seperti itu.

”Dan jarang yang berpuasa berkualitas seperti ini. Dan puasa seperti inilah yang berpengaruh kepada pembentukan karakter manusia,” jelas Anggota MPR RI periode 1999-2004 itu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (23/4/2021)m malam.

Ketiga, lanjut dia, ada yang namanya puasa super khusus, yang merupakan puasa tertinggi. Bukan hanya anggota badan yang menahan diri namun hati pun juga ikut berpuasa dari ingatan selain Allah. Sehingga ia menyebutkan bahwa selama berpuasa tidak pernah terlintas pikiran buruk ataupun rencana jahat.

”Yang ada ingat kepada Tuhan, menyebut nama Tuhan dan ini jarang sekali ada orang yang bisa berpuasa seperti ini. Jadi kalau untuk masyarakat saya kira yang bisa diterapkan itu puasa yang kedua itu. Kemudian kurangi aktifitas yang tidak diperlukan dan memilih hal-hal yang betul-betul baik, itu bisa yang produktif untuk membangun karakter manusia,” terang Achmad dilansir Antara.

Selain itu, pria yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat periode 2007-2012 ini juga mengungkapkan bahwa era teknologi informasi (IT) saat ini, juga dapat menimbulkan kerusakan budaya yang luar biasa di masyarakat. Hingga ia menyebut sampai nanti suatu saat akan ada muncul era wisdom.

”Era wisdom itu nanti ketika orang sudah sangat muak kepada keburukan, muak kepada kebohongan, muak kepada hoaks. Itu nanti akan muncul era wisdom, tapi itu masih akan lama. Karena sekarang orang masih menikmati era IT ini,” tuturnya.

Menurutnya, munculnya hoaks ini juga adalah konsekuensi dari munculnya IT, terutama digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena menurutnya, kalau bagi orang terpelajar, IT ini betul-betul bermanfaat, dan digunakan untuk hal-hal yang produktif. Namun bagi orang yang kurang terpelajar, IT ini hanya digunakan untuk kesenangan saja tanpa memperhatikan nilai-nilai yang ada.

Prof Achmad Mubarok mengatakan manusia itu sesungguhnya tidak suka kepada yang buruk, tetapi daya tarik keburukan lebih kuat dibanding daya tarik kebaikan. Sehingga, kalau ada daya tarik keburukan dan kebaikan dalam satu panggung, yang menang adalah yang buruk.

”Jadi ketika media dengan bebasnya menceritakan apa saja yang terjadi, maka keburukanlah yang dominan diikuti oleh masyarakat, kebaikan tidak diikuti. Meskipun seseorang sesungguhnya suka kepada kebaikan. Itu psikologinya begitu,” ujarnya. (aro)

Tags: IdulfitrilebaranpuasaRamadan

Berita Terkait.

min
Gaya Hidup

Tudingan Kekerasan dan Dugaan Penguntitan, Perseteruan Aktor Hong Min Gi dan Mantan Kekasih Memanas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:06
panasonic
Gaya Hidup

Garda Terdepan di Rumah: Panasonic Hadirkan Baterai Koin Berteknologi “Benteng Ganda” demi Keamanan Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:04
Mitsubishi
Gaya Hidup

Mitsubishi Xforce HEV Bukan Sekadar Hybrid, Ini Keunggulannya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:31
smbc
Gaya Hidup

Andrea Bocelli Siap Pukau Borobudur-Jakarta, Nasabah SMBC Indonesia Kebagian Benefit Spesial

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:21
andrea
Gaya Hidup

Maestro Andrea Bocelli Bawa “Romanza” Pulang ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Utama

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:13
Women-Run
Gaya Hidup

Lebih dari 1.000 Perempuan Ramaikan Great Eastern Women’s Run 2026, Bawa Semangat Sehat hingga Aksi Sosial

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:01

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.