• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Gubernur Banten Buru ‘Anak Buahnya’ yang Diduga Terlibat Dalam Pemotongan Dana Hibah Ponpes

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 21 April 2021 - 11:40
in Nusantara
indoposco

Gubernur Banten Wahidin Halim

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku sedang menyelidiki keterlibatan pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam kasus pemotongan dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes).

Pasalnya, orang nomor satu di Kota Serang itu telah mendengar lama adanya kasus pemotongan dana hibah Ponpes. Pihaknya merasa niat baiknya dalam membantu pesantren dirasa ternodai oleh aksi kejahatan yang tidak bermoral tersebut.

BacaJuga:

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

“Lagi kita cari nih siapa orang Kesra atau Pemda, oknumnya siapa lagi kita dalami. Kuping sudah dengar lama itu dari tahun ketahun sudah tahu, makanya saya bilang orang jahat itu. Karena ini niat baik gubernur bantu pesantren untuk kepentingan mereka,” katanya kepada media, Rabu (21/4/2021).

Ia mengungkapkan, mekanisme pengajuan dana hibah Ponpes melalui sistem online, kemungkinan diamanfaatkan oknum untuk memanipulasi data. Sebab, Pemprov Banten tidak dapat melacak celah kejahatan oknum melalui aplikasi e-Hibah.

“Karena sistim online, sistem upload, kita tidak bisa monitor. Misalnya ada satu orang mengajukan permohonan lewat di upload kita terima, verifikator, di sini kan cuma nerima nggak datang ke lokasi, di sini mungkin mainya di sini. Jadi, orang-orang jahat ini, pencuri-pencuri nggak bermoral. Memang (Pemprov Banten) nggak bisa di teknologi dan Kejaksaan, Polisi yang bisa melacak ini, karena ini di dunia maya,” ungkapnya.

Ia menerangkan, pesantren memiliki peranan penting dalam membangun daerah Banten. Sejak zaman penjajahan Belanda, mereka dengan sukarela membela Bangsa tanpa pamrih. Saat ini juga, Ponpes menjadi lembaga pendidikan dalam mencetak moral dan akhlak generasi Banten.

Sehingga, sudah seyogianya pemerintah memberikan perhatian untuk perkembangan Ponpes. Namun sayangnya, perhatian melalui bantuan dan hibah dirusak demi kepentingan oknum tertentu.

“Itu bersentuhan moralitas, udah dikasih buat kiyai, dia potong, udah buat Kiyai diambil semua, ini yang lagi kita cari. Makanya saya ke Kejati tadi juga datang, cari sampai ke isi perutnya,” terangnya. (son)

Tags: dana hibahDana Hibah PonpesGubernur BantenKorupsi Dana Hibah Ponpespondok pesantren

Berita Terkait.

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:33
LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi
Nusantara

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05
Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55
Rokok-Ilegal
Nusantara

Periksa Dua Truk, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:07

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    2695 shares
    Share 1078 Tweet 674
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.