• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Awas! Gangguan Kesehatan Mental Serang Anak saat Pandemi 

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 21 April 2021 - 17:01
in Gaya Hidup
Direktur SMA Purwadi Sutanto dalam acara daring.

Direktur SMA Purwadi Sutanto dalam acara daring.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 meninggalkan sejumlah masalah. Plt Direktur sekolah menengah atas (SMA), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Purwadi Sutanto mengatakan, PJJ di masa pandemi dikeluhkan guru, siswa dan masyarakat.

“Ada penurunan kemampuan belajar siswa atau loss learning bahkan PJJ menambah angka putus sekolah (APS) anak,” ujar Purwadi Sutanto dalam acara daring, Rabu (21/4/2021).

BacaJuga:

Dari Idol ke Aktor, Lee Jun Young Akui Pernah Diremehkan di Industri Hiburan

Hadapi Gugatan, Kabar Min Hee Jin Tinggalkan NewJeans Kejutkan Warganet

Drama SBS “Sold Out on You” Curi Perhatian Penonton Lewat Beragam Kisah Cintanya

Bahkan lebih jauh, dikatakan Purwadi, pembelajaran pada masa pandemi menyebabkan gangguan kesehatan mental pada anak atau stress. Tentu hal ini harus mendapatkan perhatian serius semua pihak.

“Perangkat belajar selama PJJ jadi kendala serius dan pembelajaran juga hanya bisa dilakukan di zona jaringan internet,” katanya.

Bahkan, dikatakan Purwadi, saat ini muncul fenomena orangtua enggan memasukkan anaknya ke pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini disebabkan, di tingkat pendidikan tersebut tidak ada proses pembelajaran.

“Jadi di tingkat PAUD, orangtua hanya mendaftar saja. Tidak ada pembelajaran, dan orangtua dituntut mengajar sendiri. Kondisi ini diperparah di daerah, karena tingkat kesadaran orangtua yang rendah untuk menyekolahkan anaknya di PAUD,” terangnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, program vaksinasi dari pemerintah menjadi terobosan mengatasi loss learning pada anak didik. Sehingga secara bertahap, pemerintah nanti akan menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. “Pada tahun ajaran baru nanti PTM terbatas sudah dimulai. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Bagi orangtua yang masih khawatir dan tidak mau, maka sekolah harus memberikan pembelajaran secara daring,” ungkapnya.

Purwadi menyebut, berdasarkan hasil PISA 2000 hingga 2018 menunjukkan hasil belajar pendidikan siswa sekolah dasar dan menengah masih rendah. Dari hasil skor dan pemeringkatan PISA kompetensi membaca siswa 70 persen di bawah kompetensi minimal. Sementara kompetensi matematika 71 persen di bawah kompetensi minimal.

“Untuk Sains 60 persen di bawah kompetensi minimal. Hasil ini tentu masih rendah dan menjadi pekerjaan rumah (PR) semua pihak, baik orangtua, masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Ia menyebutkan, masalah dasar yang mempengaruhi rendahnya hasil pendidikan di antaranya kualitas guru, infrastruktur dan tingkat kesenjangan orangtua. Tentu saja, PISA 2022 nanti, skor harus naik. Kendati, di masa pandemi, hampir semua negara khawatir ada penurunan kompetensi siswa.

“Tidak hanya di indonesia, semua negara juga khawatir. Hanya secara geografis Indonesia lebih besar menghadapi masalah. Tapi kita harus optimistis skor  PISA 2022 naik,” ucapnya. (nas)

Tags: KemendikbudKesehatan Mental Anakpandemi

Berita Terkait.

Dari Idol ke Aktor, Lee Jun Young Akui Pernah Diremehkan di Industri Hiburan
Gaya Hidup

Dari Idol ke Aktor, Lee Jun Young Akui Pernah Diremehkan di Industri Hiburan

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:05
min
Gaya Hidup

Hadapi Gugatan, Kabar Min Hee Jin Tinggalkan NewJeans Kejutkan Warganet

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:04
sbs
Gaya Hidup

Drama SBS “Sold Out on You” Curi Perhatian Penonton Lewat Beragam Kisah Cintanya

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:20
trisha
Gaya Hidup

Streamer dan Influencer Trisha Paytas, Jadi Perbincangan Usai Debut Lagu K-Pop Picu Kontroversi

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:30
Saat Seni Difabel Menembus Ruang Profesional dan Pasar
Gaya Hidup

Saat Seni Difabel Menembus Ruang Profesional dan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:23
bae
Gaya Hidup

Bakalan Seru, Bae In Hyuk Digadang Bintangi Drama Baru “Protect Me”

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:14

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2827 shares
    Share 1131 Tweet 707
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1231 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Hunian Layak untuk Semua, Fahri Hamzah Luncurkan Gagasan Swasembada Papan 2045

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    755 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.