• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Manfaatkan Limbah Pisang untuk Bahan Karpet

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 19 April 2021 - 12:15
in Gaya Hidup
Pekerja membuat karpet dari serat limbah pisang di Texfad, Mukono dekat Kampala, Uganda, 3 April 2021. Foto : Antara/Reuters/Abubaker Lubowa

Pekerja membuat karpet dari serat limbah pisang di Texfad, Mukono dekat Kampala, Uganda, 3 April 2021. Foto : Antara/Reuters/Abubaker Lubowa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Warga Uganda biasanya makan banyak pisang. Kini, perusahaan rintisan lokal berinovasi membuat bagian tanaman yang biasa dibuang agar lebih bernilai.

TexFad memanfaatkan serat pisang alami untuk menghasilkan barang-barang ramah lingkungan seperti karpet dan hair extension yang dapat terurai secara alami.

BacaJuga:

Manon Hapus Hampir Semua Postingan di Tengah Rumor Keluar dari KATSEYE

Rilis Mini Album, Dino dari Seventeen Dipastikan Debut Solo

Babymonster Umumkan Jadwal Tur Dunia 2026–2027, Bertajuk “CHOOM” di Asia dan Oseania

Ketika petani mengambil pisang dari pohonnya, mereka biasanya meninggalkan batang yang besar dan bulat yang akan membusuk dan dibuang. TexFad mengekstraksi serat dari bagian batang yang biasanya dibakar atau dibuang oleh petani.

“Ketika saya melihat sekeliling, saya melihat bahwa pisang tumbuh subur di negara ini … kami menghasilkan banyak limbah dari kebun pisang,” kata Kimani Muturi, direktur pelaksana dan pendiri TexFad seperti dikutip dari Reuters melalui Antara.

TexFad sedang bereksperimen dengan berbagai penggunaan serat pisang, memproduksi karpet dan produk hair extension untuk pasar.

“Hair extension yang kami buat sangat mudah terurai secara alami,” ujarnya. “Setelah digunakan, para kaum hawa akan mencopot dan menguburnya di tanah dan itu akan menjadi pupuk kandang untuk tumbuhan mereka,” tandasnya.

TexFad juga sedang menguji proses pembuatan serat pisang sehalus kapas sehingga bisa digunakan untuk pembuatan pakaian.

Baru-baru ini di pabrik TexFad di Mukono, sebelah timur ibu kota Kampala, para pemuda menumpuk batang pohon pisang sebelum membelahnya menjadi dua dengan parang dan memasukkannya ke dalam mesin.

Dari situ tercipta serat-serat kasar panjang yang dijejer untuk dikeringkan sebelum diproses dan digunakan untuk membuat karpet dan hair extension.

Muturi memperkirakan TexFad akan membuat 2.400 karpet tahun ini, lebih dari dua kali lipat produksi tahun lalu sehingga meningkatkan pendapatan. Perusahaan, yang memiliki 23 karyawan, menghasilkan sekitar USD41.000 tahun lalu, angka penjualan terbaik sejak rintisan itu diluncurkan pada 2013.

Perusahaan itu akan mengekspor karpet untuk pertama kalinya pada bulan Juni, ke pelanggan di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada.

Muturi berpendapat, bahan organik yang ringan dapat menggantikan beberapa serat sintetis dan digunakan untuk membuat produk kertas seperti uang kertas di antara berbagai kemungkinan pemanfaatan.

”Serat pisang adalah serat masa depan,” ujarnya. (aro)

Tags: buaholahanpisang

Berita Terkait.

Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Manon Hapus Hampir Semua Postingan di Tengah Rumor Keluar dari KATSEYE

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:31
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Rilis Mini Album, Dino dari Seventeen Dipastikan Debut Solo

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:21
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Babymonster Umumkan Jadwal Tur Dunia 2026–2027, Bertajuk “CHOOM” di Asia dan Oseania

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:07
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Harga Produk Brand Milik IVE Wonyoung Kejutkan Penggemar

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:43
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Byeon Woo Seok Ditunjuk Sebagai Duta Baru untuk BVLGARI

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:03
The Jungle Tawarkan Liburan Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa
Gaya Hidup

The Jungle Tawarkan Liburan Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa

Senin, 11 Mei 2026 - 22:51

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.