• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Antigen Percepat Pelacakan Kasus Positif Covid-19

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 19 Maret 2021 - 19:05
in Nasional
Ilustrasi. Foto: Screenshot Instagram

Ilustrasi. Foto: Screenshot Instagram

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Kesehatan percepat upaya pelacakan kasus positif Covid-19 melalui hasil tes antigen saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro diperpanjang.

“Pak Menko sudah menyetujui, juga sesuai rekomendasi WHO, boleh penggunaan rapid tes antigen untuk mendiagnosa kasus positif yang lebih cepat,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers yang digelar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) secara daring, Jumat.

BacaJuga:

Ratusan Pekerja Datangi Posko Kemenaker untuk Konsultasi THR

Libur Lebaran Tak Hentikan Layanan Medis, Pemerintah Pastikan RS Tetap Siaga

Pemanfaatan AI Dorong Efisiensi Produksi Berita di Ruang Redaksi

Kecepatan diagnosa ini diperlukan Kemenkes yang terus mengupayakan perbaikan metode ‘testing’ juga ‘tracing’ dan isolasi di masa PPKM mikro pada 23 Maret sampai 5 April 2021.

Sesuai standar WHO, kata Budi, idealnya dilakukan 1 per 1.000 tes per minggu. Dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 269 juta jiwa, maka untuk mengejar standar WHO tersebut perlu dilakukan 40.000 tes setiap harinya.

“Hanya saja tes ini juga berhubungan dengan proses untuk mengetahui hasilnya. Untuk mengurangi risiko penularan, maka hasilnya harus bisa diketahui kurang dari 24 jam,” katanya.

Pengujian melalui rapid antigen bisa mengetahui hasil lebih cepat, bahkan dalam hitungan menit. Sehingga kasus positif bisa diketahui lebih cepat dan penularan bisa segera diantisipasi.

Untuk keperluan tersebut, maka Kemenkes akan mendistribusikan tambahan rapid antigen kit ke seluruh Puskesmas agar bisa segera menyiapkan fasilitas tes yang cukup.

“Jadi jika ada hasil tes yang positif, bisa langsung tercatat kasusnya,” katanya.

Selain memperbaiki metode ‘testing’, Kemenkes juga melakukan perbaikan metode ‘tracing’ yang kini pelaksanaannya di lapangan telah didukung para personel Babin Kamtibmas.

“Mereka sudah kami latih hingga memahami metode dan cara melakukan pelacakan terhadap mereka yang sempat kontak erat dengan pasien positif,” katanya.

Pelacakan dilakukan terhadap 15 sampai 30 orang yang sempat kontak erat dengan pasien positif dalam 72 jam terakhir.

“Kemudian metode isolasi yang kami perbaiki ialah dengan mendorong karantina di lingkup wilayah terkecil. Jadi per desa baiknya sudah ada rumah isolasi untuk warga setempat. Jika sudah menjalani masa karantina dan hasil tesnya negatif, maka diperbolehkan keluar dan kembali ke tempat tinggalnya,” katanya. (bro)

Tags: covid-19Rapid Test Antigen

Berita Terkait.

Ratusan Pekerja Datangi Posko Kemenaker untuk Konsultasi THR
Nasional

Ratusan Pekerja Datangi Posko Kemenaker untuk Konsultasi THR

Senin, 16 Maret 2026 - 19:55
Libur Lebaran Tak Hentikan Layanan Medis, Pemerintah Pastikan RS Tetap Siaga
Nasional

Libur Lebaran Tak Hentikan Layanan Medis, Pemerintah Pastikan RS Tetap Siaga

Senin, 16 Maret 2026 - 18:45
Pemanfaatan AI Dorong Efisiensi Produksi Berita di Ruang Redaksi
Nasional

Pemanfaatan AI Dorong Efisiensi Produksi Berita di Ruang Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 - 18:35
Dorong Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Difabel, Ketua DPD RI Bagikan THR Bagi Tuna Netra 
Nasional

Dorong Penguatan Pemberdayaan Ekonomi Difabel, Ketua DPD RI Bagikan THR Bagi Tuna Netra 

Senin, 16 Maret 2026 - 18:25
BPJS Watch Usul Pengaktifan Otomatis Peserta PBI JKN Saat Libur dan Mudik
Nasional

BPJS Watch Usul Pengaktifan Otomatis Peserta PBI JKN Saat Libur dan Mudik

Senin, 16 Maret 2026 - 18:15
Tim KPK Geledah Kantor di Lingkungan Sekretariat Daerah Cilacap
Nasional

Tim KPK Geledah Kantor di Lingkungan Sekretariat Daerah Cilacap

Senin, 16 Maret 2026 - 16:15

BERITA POPULER

  • osn

    Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
  • KPK Periksa ASN Bea Cukai dan Dua Pegawai Importir Terkait Kasus Suap Impor Barang KW

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • 8 Besar Piala FA: Chelsea Jumpa Tim Kejutan, City vs Liverpool Jadi Sorotan

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • BPN Banten Serahkan Sertifikat PTSL 2026 Secara Door to Door di Mancak

    676 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.