• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Waspada Unfair Practices Raksasa Digital Dunia

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:40
in Gaya Hidup
Ilustrasi penggunaan internet di perangkat pribadi. Foto : Pixabay

Ilustrasi penggunaan internet di perangkat pribadi. Foto : Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kalangan legislatif mengingatkan transformasi digital yang dilakukan Indonesia dewasa ini jangan sampai hanya dimanfaatkan para raksasa digital dunia melalui praktik unfair practices yang dikhawatirkan dapat mengisap keuntungan Indonesia, sehingga diperlukan pengawasan ketat.

“Saya katakan mereka (raksasa digital global, red) untuk jangan hanya bisa mengisap seperti spons secara ekonomi, dan merusak persaingan sehat. Jangan juga berpengaruh buruk secara sosial, tapi harus memberikan kontribusi kepada negara, kepada masyarakat, menjaga lingkungan bisnis yang adil, dan berkelanjutan. Apa yang disampaikan Presiden Jokowi ini peringatan serius,” kata Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).

BacaJuga:

Dubes RI untuk Kanada Banggakan Produk Indonesia pada SIAL 2026

Kontroversi Tulisan di Kostum, Agensi G-Dragon Akui Kelalaian Sensitivitas Budaya

Jaehyun NCT Kembali, Umumkan Tur Fan-Con Asia ‘Mono’ Usai Wamil

Ini disampaikan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meluncurkan Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/2).

Dalam pernyataannya Jokowi menegaskan, Indonesia tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia, dan berharap agar transformasi digital menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Evita menambahkan, raksasa digital global saat ini mendapatkan keuntungan yang sangat besar secara finansial, bahkan pada masa sulit seperti Pandemi Covid-19 saat ini. Dalam hal ini, negara dan UMKM maupun pemain digital dalam negeri dinilai dapat menjadi korban unfair practices mereka.

Salah satunya, Evita menyatakan soal pajak atau kewajiban lain, juga penyalahgunaan kekuatan mereka dalam search engine dan toko aplikasi yang dirasa lebih memaksakan layanan mereka sendiri.

Selain itu, Evita juga menyebutkan persoalan tidak seimbangnya term and conditions, unfair trading, transparansi dan data. Saat ini, ada ribuan pemain dalam industri digital global, mulai dari Google Play, Apple App Store, Microsoft Store, Amazon Marketplace, eBay and Fnac Marketplace, Facebook, Instagram, Skyscanner, Google Shopping, Google Search, Seznam.cz, Yahoo!, DuckDuckGo, Bing dan lainnya, bahkan tak sedikit para pemain baru munucl dari negara lain di luar Amerika Serikat (AS).

Evita mengusulkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perindustrian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), untuk mengambil inisiatif untuk membentuk tim khusus mengulas atau mengawasi secara berkala pemain digital global tersebut.

Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah praktik bisnis yang berpotensi merugikan pengguna maupun negara. Evita juga menyarankan agar pemerintah memaksa para raksasa digital untuk mengikuti regulasi Indonesia. “Betul kita memang tidak terlalu happy dengan kata proteksionisme, sedikit-sedikit protektif, tapi kita memang harus mengatur dengan rinci regulasinya dan dengan cepat mengikuti perkembangan yang terjadi,” ujar Evita.

“Uni Eropa saja ketat dalam urusan ini, begitu juga dengan Australia. Ketat kan bukan berarti protectionism. Kita membuat aturan yang rinci, yang jelas, dengan sanksi yang tegas juga. Di sisi lain kita harus dukung pemain digital dalam negeri untuk tumbuh besar,” tandasnya.

Evita melihat pembinaan talenta digital Indonesia juga perlu didorong kuat dengan pengembangannya secara merata di seluruh daerah Indonesia. Setidaknya, menurut anggota Komisi VI DPR RI itu, Indonesia bisa mengikuti jejak AS dan China yang sukses membina talenta digital mereka menjadi pemain global.

Evita menambahkan, pengembangan talenta digital merupakan kunci untuk mencapai kedaulatan dan kemandirian digital, serta mencegah transformasi digital yang sedang dikembangkan tidak hanya menguntungkan pihak luar.

“Artinya kita harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kesempatan bisnis global baru, dengan berkembang ke negara lain, artinya bagaimana transformasi digital ini dimanfaatkan oleh talenta digital Indonesia untuk membawa hasil karya Indonesia ke dunia,” tandasnya dikutip Antara.

Evita berharap para pemain digital Indonesia untuk proaktif menyampaikan keluhan yang dihadapi dalam menghadapi perilaku unfair dari raksasa digital dunia. (aro)

Tags: digitaldunia mayainternet

Berita Terkait.

Tahan Banting di Tengah Konflik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil dan Optimistis
Gaya Hidup

Dubes RI untuk Kanada Banggakan Produk Indonesia pada SIAL 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 23:01
BIGBANG G-Dragon
Gaya Hidup

Kontroversi Tulisan di Kostum, Agensi G-Dragon Akui Kelalaian Sensitivitas Budaya

Senin, 4 Mei 2026 - 22:03
Jaehyun
Gaya Hidup

Jaehyun NCT Kembali, Umumkan Tur Fan-Con Asia ‘Mono’ Usai Wamil

Senin, 4 Mei 2026 - 21:01
Film
Gaya Hidup

Adegan Kontroversial Episode 3 Picu Kritik, Filing For Love Dituding Kejar Sensasi

Senin, 4 Mei 2026 - 20:03
Kim Soo Hyun
Gaya Hidup

YouTuber Ungkap Kabar Terbaru, Kim Soo Hyun Disebut Tampak Kelelahan

Senin, 4 Mei 2026 - 17:27
Aston Kartika Grogol Hotel
Gaya Hidup

Aston Kartika Grogol Hotel Tawarkan “Long Weekend Deal” untuk Liburan Lebih Lama dan Berkesan

Senin, 4 Mei 2026 - 16:36

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3668 shares
    Share 1467 Tweet 917
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1597 shares
    Share 639 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2570 shares
    Share 1028 Tweet 643
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.