• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Malaysia Akan Deportasi 1.200 Pengungsi Asal Myanmar

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 19 Februari 2021 - 05:37
in Internasional
Ilustrasi. Para pengungsi Rohingya, dengan mengenakan masker dan menjaga jarak fisik, menunggu barang bantuan dari para relawan di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANTARA/REUTERS)

Ilustrasi. Para pengungsi Rohingya, dengan mengenakan masker dan menjaga jarak fisik, menunggu barang bantuan dari para relawan di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Malaysia berencana mendeportasi 1.200 warga Myanmar, termasuk 100 pencari suaka, kembali ke negara mereka minggu depan. Menurut para aktivis pendamping pengungsi, pemulangan itu dapat mengancam nyawa para pengungsi.

Malaysia minggu lalu dilaporkan telah menyetujui pemulangan 1.200 warga Myanmar setelah junta militer, yang saat ini berkuasa pasca kudeta awal Februari 2021, menawarkan akan mengirim kapal Angkatan Laut untuk menjemput para pengungsi pulang.

BacaJuga:

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Meskipun Malaysia tidak masuk dalam daftar negara yang menandatangani Konvensi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah negara itu sebelumnya berjanji tidak akan memulangkan para Muslim Rohingya dan orang-orang yang telah ditetapkan sebagai pengungsi oleh Komisi Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR).

Namun, rencana pemulangan itu membuat banyak pihak khawatir, terlebih saat UNHCR dilarang mewawancarai orang-orang yang ditahan lebih dari satu tahun di Malaysia. Karena itu, komisi PBB itu tidak bisa melakukan verifikasi dan mendata mereka.

Ketua organisasi yang mewakili pengungsi dari komunitas Muslim di Chin, Myanmar, seperti dikutip Antara, mengatakan para pencari suaka yang saat ini ditahan atau keluarganya langsung menelepon atau mengirim pesan saat mereka mendengar rencana deportasi tersebut.

“Mereka tidak ingin kembali ke Myanmar,” kata Thu Zar Moung, pendiri sekaligus Ketua Myanmar Muslim Refugee Community. Dari total 85 Muslim asal Myanmar yang ditahan, beberapa di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Kelompok itu mengaku ada beberapa dari mereka yang akan dipulangkan ke Myanmar.

Moung mengatakan lembaganya mewakili komunitas Muslim Myanmar di Malaysia. “Hidup mereka terancam dan dalam bahaya saat mereka menempuh perjalanan dari Malaysia ke Myanmar,” kata dia.

James Bawi Thang Bik dari the Aliansi Pengungsi Chin, mengatakan kantornya telah menerima telepon dari sembilan pencari suaka bahwa mereka akan segera dideportasi. Komunitas pengungsi, baik dari kelompok Rohingya atau etnis Chin, kerap datang ke Malaysia setelah lari menyelamatkan diri dari konflik senjata atau persekusi di kampung halamannya.

Departemen Keimigrasian UNHCR telah menerima laporan terkait masalah itu, tetapi pihaknya belum dapat memastikan kabar tersebut. “Kami sangat prihatin terhadap keputusan Pemerintah Malaysia. Tiap orang yang membutuhkan perlindungan dari komunitas internasional tidak boleh dikembalikan ke dalam situasi yang mengancam kebebasan dan nyawa dirinya,” kata Yante Ismail, juru bicara UNHCR Malaysia.

Sementara itu, Amnesty International meminta UNHCR segera melakukan kontak dengan mereka yang akan dideportasi. “Ketika Pemerintah Malaysia tidak memberi akses untuk UNHCR selama 1,5 tahun, maka itu hanya akan mengancam nyawa pengungsi dan pencari suaka,” kata Direktur UNHCR untuk Malaysia, Katrina Maliamauv. (wib)

Tags: Malaysia

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2106 shares
    Share 842 Tweet 527
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1151 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.