Nusantara

Polisi: Jembatan Ambruk di Nusa Penida Bali karena Kelebihan Beban

INDOPOSCO.ID – Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Bali menyatakan kelebihan beban berat menjadi faktor utama ambruknya jembatan bergerak (moveable bridge) di Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung pada Kamis (15/12).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu Setianto dalam keterangan tertulis yang diterima di Denpasar, Bali, Rabu mengatakan kesimpulan tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Desember 2022.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan data, menunjukkan bahwa penyebab ambruknya jembatan bergerak (moveable bridge) adalah karena kelebihan beban (muatan) dari jumlah maksimal muatan yang diizinkan sesuai dengan SOP yaitu maksimal muatan sebanyak 10 orang bergerak bergantian,” kata Satake Bayu.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polda Bali, standar operasional prosedur (SOP) menunjukkan proses bongkar muat di dermaga apung jembatan tersebut adalah maksimal hanya dilewati oleh 10 orang bergantian dan dilarang berhenti di atas jembatan moveable bridge.

Pada saat kejadian ambruknya moveable bridge, kata Satake Bayu, jumlah beban (muatan) yang melewati jembatan moveable bridge sebanyak kurang lebih 35 orang dalam posisi tidak bergerak atau berhenti di atas jembatan tersebut.

Tim labfor juga mengungkap fakta dari hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) moveable bridge menunjukkan bahwa spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) dan As Built Drawing jembatan moveable bridge.

Petugas juga menemukan titik patah jembatan moveable bridge berada pada titik sambung rangka jembatan kurang lebih berjarak 6,5 meter dari titik tumpu jembatan sisi timur/dermaga.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button