Nusantara

Solar Langka, Nelayan di Sulsel Terhambat Melaut

INDOPOSCO.ID –  Sejumlah nelayan dari Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan mengeluhkan kelangkaan solar yang menghambat aktivitas mereka untuk mengarungi samudera mengais rezeki.

Salah satunya nelayan asal Galesong bernama Sulaeman, seorang pengepul rumput laut di Pulau Luang Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku mengatakan, “seharusnya kami berangkat sebelum Ramadhan, tapi sampai sekarang solarnya belum cukup,” ujar Sul sapaan akrab Sulaiman di Takalar, Jumat.

Selain langka, Sul mengatakan harga solar juga terbilang mahal.

Namun ia mengakui bahwa untuk bisa memenuhi kebutuhannya melaut, harus menggunakan pihak ketiga lantaran tidak tahan antri berlama-lama, hingga harus bermalam di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

Baca Juga: Polda Bengkulu Tangkap Enam Penimbun Solar Subsidi

Harga normal solar pada setiap SPBU sebesar Rp5.150 per liter, sementara jika menggunakan pihak ke tiga, harganya bervariasi. Mulai dari Rp6.500, Rp7.000 hingga Rp7.500 per liter. Harga tersebut termasuk jasa angkut dan antar solar ke tempat tujuan.

“Padahal sebelumnya masih Rp6.000/liter dengan harga yang sama. Ini karena susah dapat solar jadi pihak penjual ini juga naikkan harga,” tambah Sul.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button