Nusantara

Serikat Pekerja Minta Gubernur Banten Jangan Lebay

INDOPOSCO.ID – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Puji Susanto meminta Gubernur Banten Wahidin Halim tidak usah terlalu lebay atau berlebihan lagi dalam permintaannya untuk mengakhiri konflik dengan buruh.

Sebab, buruh yang diamankan di Polda Banten kemarin sudah muncul permintaan maaf. ”Terus apa langkah selanjutnya?. Hal ini menjadi panjang juga dipicu oleh kelompok-kelompok di lingkarannya yang tidak tahu duduk perkaranya ikut menyerang perjuangan buruh dengan motivasi yang beragam, jadi jangan menyalahkan tokoh-tokoh yang berempati dengan buruh,” ujar Puji Sudanto melalui rillisnya kepada INDOPOSCO, Kamis (30/12/2021).

Puji menuding, pengacara Gubernur Asep Abdulah Busro itu memiliki konflik kepentingan dalam hal ini, karena sisi lain yang bersangkutan adalah Anggota Dewan Pengupahan Provinsi Banten yang artinya juga mempunyai tanggungjawab menjaga hubungan industrial di Provinsi Banten.

”Tapi ini malah menempatkan diri di posisi pelapor buruh. Saya kira ini juga perlu pertanggungjawaban Rektorat Untirta selaku pihak yang merekomendasikan yang bersangkutan sebagai Unsur Pakar dalam Dewan Pengupahan Provinsi Banten,” cetusnya.

Menurur Puji,Win win solution yang ideal adalah Gubernur mencabut Laporan, minta maaf kepada buruh atas segala ucapannya yang menyakiti hati buruh. Apaalgi, Wahdidin sudah mengimbau pengusaha untuk melakukan pelanggaran tindak pidana Ketenagakerjaan.

”Selebihnya jangan menutup diri dan menutup ruang komunikasi kepada kepentingan buruh kedepannya, dan menahan kelompok maupun perorangan dilingkarannya untuk tidak memicu masalah lagi disaat kami sedang cooling down,” tutur Puji.

Sebelumya, kusa hukum WH Asep Abdullah Busro mengatakan, oknum buruh yang dilaporkan ke Polda Banten kasusnya masih terus berlanjut. Laporan Gubernur Banten melalui kuasa hukumnya itu, tidak akan dicabut selama tidak ada itikad baik dari pihak buruh itu sendiri,denga tujuan demi menjaga marwah Pemerintahan Provinsi Banten.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button