Nusantara

Peneliti BRIN Ungkap Sengkarut Permasalahan di Provinsi Banten

INDOPOSCO.IDPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang sudah berumur 21 tahun masih memiliki sengkarut permasalahan serius yang berdampak pada pembangunan daerah.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli mengatakan, masih terdapat permasalahan yang menerpa Provinsi Banten. Ada beberapa aspek strategis yang belum mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM).

Salah satunya adalah tentang birokrasi. Masih terdapat kepala dinas yang masih jadi Pelaksana Tugas (Plt), seolah sudah tidak ada lagi orang yang mumpuni memimpin instansi.

Baca Juga : Konflik Buruh dan Gubernur Banten, Rektor Untirta Bilang Begini

“Banyak OPD yang kosong, mengisi yang satu, tapi yang satu kosong. Sekda juga mengundurkan diri dan sekarang Plt. Ini harus dilakukan pembenahan nanti oleh Pj (Penjabat) Gubernur Banten karena kewenangannya sama,” katanya di diskusi evaluasi akhir tahun Pemprov Banten, Kamis (30/12/2021).

Kemudian, indikator target pembangunan dalam RPJMD belum terealisasi. Contoh angka pengangguran masih tinggi 8,98 persen, padahal target di RPJMD 7,8 persen.

“Persoalan tiap tahun ini sangat besar, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon penyumbang terbesar (pengangguran). Ini banyak industri tapi tingkat penganggurannya tinggi,” ungkapnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button