Nusantara

KPK Periksa 13 Saksi untuk Tersangka Bupati HSU

INDOPOSCO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa 13 saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdul Wahid (AW).

“Hari ini (25/11/2021) pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel tahun 2021-2022, untuk tersangka AW,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (25/11/2021).

Ali menyebutkan, para saksi yang diperiksa di Polres Hulu Sungai Utara, tersebut antara lain Rizali (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa), Ismarliata (Dinas Perikanan), Najeriansyah (Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup), Khatriya Wardonie (Dinas Sosial), Ida Rima (Dinas Dukcapil), Mursid (pemilik tanah SHM 640), Mansurdin ( pemilik tanah SHM 798), Mujahadah (pemilik tanah SHM 800), H. Ahmad Mu’thi ( pendiri dan pengasuh Ponpes Raudhatut Thalibin), Maulida Agustina (teller bank Kalsel Cabang Amuntai), Yovie Setia Antartika (pegawai BUMD / Bank Kalsel Cabang Amuntai), Andy Irawan ( PNS / Kasubag Keuangan dan Kepegawaian Setda) dan Roni Lutfianto (wiraswasta).

Sebelumnya, KPK telah secara resmi menetapkan tersangka Bupati Hulu Sungai Utara, Kalsel, Abdul Wahid (AW), Kamis (18/11/2021).

Tersangka Abdul Wahid, selaku Bupati Hulu Sungai Utara untuk 2 periode (2012- 2017 dan 2017- 2022) pada awal tahun 2019, menunjuk MK (Maliki) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRP (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan) Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati HSU, KPK Kembali Periksa 12 Saksi

Diduga ada penyerahan sejumlah uang oleh Maliki untuk menduduki jabatan tersebut karena sebelumnya telah ada permintaan oleh tersangka Abdul Wahid.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button