Nusantara

Wagub Banten Berharap Tradisi “Keceran” Jadi Event Nasional

INDOPOSCO.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy berharap tradisi keceran Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) bisa menjadi event nasional.

Keceran merupakan ritual tradisi yang bertujuan membersihkan mata lahir dan batin dengan meneteskan air ramuan ke mata para pesilat disertai doa-doa.

Hal ini disampaikan Andika ketika menghadiri peringatan hari lahir atau milad Kesti TTKKDH ke-69 di Kota Serang, Kamis (4/11/2021).

Baca Juga : Pemprov Banten Masuk Nominasi Anugerah Media Humas 2021

“Seharusnya tradisi keceran yang khas TTKKDH ini bisa jadi event nasional,” kata Andika.

Andika akan mendorong agar tradisi keceran menjadi event nasional melalui prakarsa Pemprov Banten. Di sektor pariwisata, kata Andika, seni bela diri pencak silat Banten seperti Kesti TTKKDH harus eksis dalam berbagai atraksi guna menjadikan Banten sebagai destinasi wisata unggulan. Khususnya sebagai atraksi wisata minat khusus berbasis budaya.

Atraksi bela diri silat dalam event wisata, lanjutnya, harus memiliki nilai diferensial yang tinggi, unik dan berbeda dari wilayah atau daerah lain.

Baca Juga : Jalan Provinsi di Banten 100 Persen Mantap Pada 2022

“Karena itu, seni bela diri silat Banten harus menjadi ikon Banten yang menunjukkan identitas dan budaya Banten,” katanya.

Andika mewakili Pemprov Banten mengapresiasi Kesti TTKKDH yang dinilainya tanpa lelah melestarikan tradisi pencak silat khas Banten sehingga tetap eksis sampai usianya yang ke-69 tahun.

Kesti TTKKDH kata Andika, berperan besar dalam pelestarian silat Banten. Karena itu, Pemprov Banten, berharap Kesti TTKKDH dapat terus melestarikan silat khususnya pada generasi muda, agar generasi muda senantiasa lebih mencintai nilai-nilai budaya Banten di tengah arus deras globalisasi dan kemajuan teknologi informasi.

Sementara itu Ketua Umum Kesti TTKKDH Wahyu Nurjamil mengatakan, tradisi keceran merupakan tradisi khas Kesti TTKDH yang dilakukan di seluruh perguruan/kepengurusan Kesti TTKKDH di seluruh Indonesia setiap satu tahun sekali.

“Digelar setiap bulan Mulud (Maulid Nabi Muhammad SAW), dan malam ini adalah puncaknya yang digelar langsung oleh pengurus pusat,” kata Wahyu.

Untuk diketahui, tradisi keceran Kesti TTKKDH adalah tradisi meneteskan mata, hidung dan mulut anggota perguruan Kesti TTKKDH oleh air khusus yang telah diberikan doa-doa oleh para sesepuh perguruan tersebut. (dam)

Back to top button