Nusantara

APBD Perubahan Kota Serang Ditolak, Pengamat Pertanyakan Peran Sekda

INDOPOSCO.ID – Usulan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2021 Kota Serang ditolak oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Hal itu akibat keterlambatan Pemkot Serang dalam menyampaikan persetujuan Rancangan APBD Perubahan untuk dievaluasi oleh Pemprov Banten.

Dari jadwal yang ada, batas terakhir penyerahan RAPBD Perubahan ke provinsi untuk dievaluasi hanya sampai 30 September 2021. Namun, Pemkot Serang baru menyerahkan pada 19 Oktober 2021.

Atas polemik itu, peran Sekda Kota Serang dipertanyakan. Sebab, hal ini merupakan yang aneh. Terlebih, penganggaran APBD Perubahan sudah menjadi agenda tahunan bagi pemerintah.

“Walaupun bagaimana pemegang kendali TAPD, eksekutif yang lebih dominan dalam hal penganggaran. Artinya harus dipertanyakan fungsi ketua TAPD, pak Sekda-nya gimana itu. Ini terkesan menunjukan dugaan ketidakharmonisan, kan aneh kalau menurut saya,” kata pengamat kebijakan publik, Moch Ojat Sudrajat, Minggu (31/10/2021).

Ojat menyatakan, akibat kelalaian pemerintah yang telah dalam mengusulkan RAPBD Perubahan, yang dirugikan adalah masyarakat.

“Masa sih harus mengorbankan masyarakat. Karena program yang ada di kegiatan menjadi tanggung jawab pemkot sibuk apa, ngurusin Cilowong apa gimana?,” tanyanya.

Di sisi lain, pihaknya menduga seperti tidak ada keharmonisan antara eksekutif (TAPD) dan legislatif (Banggar) dalam merumuskan APBD Perubahan. Namun, keterangan atau alasannya dari polemik ini, harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button