Nusantara

Soal Penolakan Wisata Glow di Kebun Raya, Ini Kata Wali Kota Bogor

INDOPOSCO.ID – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menghasilkan surat statment tindakan yang mensupport tuntutan budayawan soal penolakan wisata Glow Kebun Raya Bogor agar pihak pengelola segera mengkoreksi konsep bisnisnya yang beradu dengan budaya.

Dalam surat Wali Kota Bogor nomor 430/5727 Umum yang luncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Kamis, terdapat 5 poin lebih rinci dari poin-poin yang disampaikan Bima Arya sebelumnya.

Surat membalas pemohonan Komunitas Budaya Jawa Barat agar Pemerintah Kota Bogor mempertahankan unsur kebudayaan didalam pengelolaan Kebun Raya Bogor dan menyangkal wisata Glow.

5 poin tersebut yakni yang pertama Pemkot Bogor memandang bahwa pengembangan dan pengelolaan Kebun Raya Bogor (KRB) harus searah dengan kepribadian dan identitas Kota Bogor sebagai Kota Pusaka yang tidak saja menjaga kelestarian alam namun juga peninggalan budaya.

Kedua, dalam perihal kegiatan Glow, Pemkot Bogor telah menerima kajian cepat dari tim IPB University. Dituturkan dalam poin ini, data dalam kajian ini membuktikan bahwa kegiatan Glow berpotensi memberikan dampak bagi ekosistem, tidak hanya KRB namun juga di lingkungan luar KRB dan Kota Bogor pada biasanya.

Selanjutnya, poin ketiga surat statment tindakan itu Pemerintah Kota Bogor meminta kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya (MRN) untuk melakukan secara menyeluruh terhadap konsep Glow dan pengelolaan Kebun Raya Bogor bersama-sama dengan pihak IPB University.

Poin keempat, Pemkot Bogor meminta kepada BRIN agar semua kebijakan terkait pengelolaan KRB memperhatikan kebajikan lokal dan memperhatikan rekomendasi dari Pemkot Bogor.

Kemudian, poin kelima Pemkot Bogor meminta kepada PT MRN untuk mengakhiri semua kegiatan Glow selama proses selama proses evaluasi tersebut berjalan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button