Nusantara

HUT Ke-21, Pendiri Banten Sebut Pembangunan SDM Kunci Kemajuan ‘Tanah Jawara’

INDOPOSCO.ID – 4 Oktober 2021 besok, Provinsi Banten memasuki usia yang ke-21 tahun setelah memisahkan diri dari Jawa Barat. Masih banyak harapan pendiri Banten yang belum terealisasikan.

Salah satunya, masih adanya praktik korupsi di Banten yang tersohor dengan sebutan ‘Tanah Jawara’. Bahkan pada tahun ini, sudah ada empat kasus yang terungkap di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Benten.

“21 tahun ini malah korupsinya muncul lagi. Udah terungkap kasus Ponpes Hibah, kasus lahan Samsat Malingping, masker, kasus FS, ini harus jadi catatan oleh mereka yang di provinsi harus mawas diri,” kata tokoh pendiri Provinsi Banten K.H Embay Mulya Syarief, Minghu (3/10/2021).

K.H Embaya menyebutkan, pejabat yang ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten diminta agar mawas diri. Sebab dari ukuran manusia, usia 21 tahun sudah dewasa. Artinya, setiap tindakan para pejabat harus dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka kesejahteraan masyarakat.

“Sekarang inikan sudah 21 tahun Banten jadi provinsi, ibarat manusia sudah dewasa. Artinya para aparat di provinsi bekerjanya semakin dengan tanggung jawab orang dewasa,” tuturnya.

Di samping itu juga, angka kemiskinan dan pengangguran di Banten masih tinggi. Perlu kerja keras dan cerdas agar terbebas dari masalah tersebut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button