Nusantara

Awas Dilarang Bawa Mantan di Ekowisata Mimika. Kenapa?

INDOPOSCO.ID – Wisatawan yang berkunjung ke Ekowisata Mangrove Pomako, Mimika, harus hati-hati jika mengajak “mantan”, karena memang ada peringatan berbunyi “Dilarang bawa Mantan” di tempat wisata alam ini.

Mantan tentu tidak harus selalu dihindari, tapi “mantan” dalam papan petunjuk di Ekowisata memang terlalu bahaya untuk dibawa karena yang dimaksud adalah barang bekas alias sampah.

Tulisan “Dilarang bawa Mantan” adalah salah satu kalimat nan kreatif yang terpajang di papan petunjuk di sekitar tempat wisata salah satu kabupaten penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tersebut.

Kalimat-kalimat kreatif itu mungkin adalah salah satu cara agar Wisatawan tertarik memperhatikan informasi yang tertera pada papan-papan petunjuk yang terpajang di sekitar area wisata.

Lazimnya, papan-papan petunjuk menginformasikan arah tujuan, jarak tempuh, posisi sarana vital, berbagai regulasi pada objek wisata, dan sebagainya.

Namun, sepanjang jalur Ekowisata Hutan Mangrove Pomako di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Kabupaten Mimika, Papua, akan ditemui berbagai papan petunjuk yang unik.

Keunikan papan petunjuk yang terbuat dari kayu bertuliskan huruf warna-warni ini berisi kalimat yang kekinian dan agak satire.

Seperti menyindir status lajang alias jomlo, ajakan untuk selamatkan lingkungan hidup atau disingkat ‘selingkuh’, hingga larangan membawa mantan tadi. Ada pula papan petunjuk bertuliskan nama jalan, tapi namanya “jalan aja dulu kalau cocok kita nikah.”

Kalimat bernada menggelitik yang ditulis di papan petunjuk sepanjang jalur Ekowisata Hutan Mangrove Pomako itu ternyata memang berhasil menyita perhatian pengunjung.

Menurut Risal, salah seorang wisatawan yang ditemui di lokasi pada Sabtu (2/10/2021), papan petunjuk itu bisa menjadi hiburan tersendiri bagi wisatawan apalagi bagi yang suka berswafoto di tempat wisata.

“Mungkin memang sengaja kalimatnya dibuat begitu, supaya orang senang foto-foto di sana,” kata Risal.

Selain dengan papan petunjuk yang nyentrik, upaya lain untuk memanjakan para pengunjung yang suka berswafoto ria adalah dengan belasan payung warna-warni yang menggantung, hingga pajangan berbentuk hati yang biasanya menjadi favorit pengunjung untuk dijadikan latar belakang swafoto.

Suku Kamoro

Ekowisata Hutan Mangrove Pomako berlokasi di distrik Mimika Timur, wilayah adat Suku Kamoro, suku yang mendiami kawasan pesisir Kabupaten Mimika. Tepatnya di sisi kanan akses masuk Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako.

Berbicara tentang Mimika, memang tak bisa lepas dari Suku Kamoro, suku yang memiliki hak ulayat yang terbentang dari Potowaiburu hingga Nakai. Pada masa silam, orang Kamoro lebih dikenal dengan sebutan Mimika We.

Lokasi ekowisata mangrove itu berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota, yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 50 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Perjalanan dari Timika ke lokasi ekowisata yang dikelola Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika itu relatif nyaman, karena jalan yang sudah diaspal.

Sepanjang jalan hanya hutan mangrove setinggi 10-15 meter di kanan dan kiri yang terlihat sejauh mata memandang. Hutan mangrove di Mimika memang begitu luas. Jenisnya juga beragam, ada sekitar 40 jenis mangrove. Dan khusus di kawasan ekowisata itu ada 27 jenis mangrove.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button