Nusantara

Cerita Haru Orangtua Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Masih Tak Percaya Anaknya Meninggal

INDOPOSCO.ID – Jueni alias Juwen warga Kampung Batu Karut, Desa Padasuka, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, menjadi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Jumanah orang tua korban mengaku masih tidak percaya jika anaknya menjadi korban kebakaran di Lapas. Kabar duka itu datang secara tiba-tiba dan mengejutkan.

“Saya nggak percaya perasaan ada, nggak tahu hasilnya. Yang 41 itu yah ada nggak anak saya, cocok nggak DNA-nya,” katanya, Jumat (10/9/2021).

Ia menceritakan, mengetahui Lapas Kelas I Tangerang kebakaran dari tetangganya yang mendapat informasi dari Lapas. Mengingat, ada teman korban yang berada di sel.

“Ibu katanya, Ibu tahu belum di Lapas I Tangerang kebakaran. Lihat TV, TV ibu rusak nggak bisa dipindahin, remotnya rusak,” ucapnya.

Kemudian, dirinya diarahkan untuk mendatangi Lapas. Setalah datang di sana, badannya lemas karena mendengar informasi anaknya meninggal dunia jadi korban kebakaran.

Jasadnya dibawa ke rumah sakit (RS) Kramatjati dan terpampang nama anaknya. Namun, pihaknya belum melihat jasad karena sedang pencocokan DNA.

“Pas di sana ditanya atas nama korban. Atas nama Jueni yah sabar, udah meninggal. Dimana anak saya? Ada di RS Kramatjati, udah ada nama anak saya di sana,” ujarnya.

Menurutnya, korban baru empat hari dipindahkan ke blok C. Padahal awalnya ditempatkan di blok A.

Awalnya keluarga korban berbesar hati lantaran tahun ini korban akan bebas dari sel tahanan. Namun pada kenyataannya, korban akan selamanya pergi dan menjadi korban kebakaran.

Atas kenyataan ini, pihaknya hanya bisa pasrah. Pihaknya sadar betul bahwa jalan hidup diatur oleh Yang Mahakuasa.

“Nggak lama lagi paling tahun ini. Dipindahin awalnya blok A. Mungkin jalannya gitu yah, namanya juga nggak tahu umur yah yang di dalam maupun di luar,” terangnya.

Ia mengaku sejak pandemi melanda Indonesia, jarang mengunjungi Lapas. Padahal biasanya, enam bulan sekali atau usai perayaan lebaran menjadi ajang agenda rutin mengunjungi Lapas.

“Jarang dikunjungi kan lagi pandemi. Kan udah 2 tahun, biasanya habis lebaran, kalau nggak 6 bulan gitu ya,” tuturnya. (son)

Back to top button