Nusantara

Pengamat: Pelaksanaan PPDB Online di Banten Kacau

INDOPOSCO.ID – Kacaunya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Provinsi Banten, membuat calon siswa khawatir tidak bisa diterima di sekolah yang dituju, karena sejak dibukanya PPDB online, aplikasi pendaftaran atau server terus down.

Akibatnya, ribuan calon siswa dan orangtua murid berdatangan ke sekolah untuk mendaftar secara ofline, dan hal ini menimbulkan kekuatiran terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di tengah Banten yang tengah menghadapi darurat Covid-19.

Pengamat Pendidikan Banten Ojat Sudrajat menduga, kacaunya pelaksanaan PPDB online tahun ajaran 2021/2022 ini tidak terlepas dari minimnya pengetahuan ketua panitia dalam melaksanakan PPDB online, dan tidak mau belajar dari pengalaman gagalnya pelaksanaan PPDB online dari tahun tahun sebelumnya.

“Kacaunya PPDB online untuk SMAN di Provinsi Banten sungguh sangat disayangkan, dan sepertinya mengulangi kejadian yang pernah terjadi empat tahun lalu,” ujar Ojat kepada INDOPOSCO, Kamis (24/6/2021)

Padahal, kata Ojat, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Banten nomor 800/146/DINDIKBUD/2021 tanggal 17 Mei 2021, tentang Petunjuk Tekhnis PPDB untuk SMAN, SMKN dan SKhN di Provinsi Banten Tahun Ajaran 2021/2022 sebenarnya secara umum hampir sama dengan umumnya JUKNIS PPDB di tahun tahun sebelumnya.

”Sekretasris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten selaku ketua panitia pelaksana, harus bertanggung jawab atas kacaunya PPDB tingkat SMA ini,” cetusnya.

Ia menuidng, ketua panitia pelaksana PPDB Provinsi Banten membuat perlakuan yang berbeda antara PPDB SMKN dengan SMAN. Pada PPDB di SMKN dilakukan input oleh pihak sekolah, bukan oleh calon siswa seperti yang terjadi pada PPDB SMAN.

“Bagaimana bisa demikian, padahal petunjuk teknisnya sama. Apakah mungkin panitia pelaksana PPDB Provinsi Banten tahun ini yakin sekali dengan tidak dilakukan bersamaan maka akan seluruhnya lancar,” kata Ojat balik bertanya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button