• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Wisatawan Malioboro Diminta Jangan Takut Adukan Keluhan ke Petugas

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 1 Juni 2021 - 17:43
in Nusantara
Suasana kawasan pedestrian di Jalan Malioboro Yogyakarta, 1 Juni 2021. Foto: Antara/Eka AR

Suasana kawasan pedestrian di Jalan Malioboro Yogyakarta, 1 Juni 2021. Foto: Antara/Eka AR

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komunitas di kawasan wisata Malioboro meminta wisatawan untuk tidak takut menyampaikan aduan atau laporan ke pihak terkait apabila mendapat pengalaman atau mengalami perlakukan tidak menyenangkan selama berwisata di kawasan tersebut, misalnya harga mahal atau tindakan tidak menyenangkan lainnya.

“Jangan takut untuk melapor jika mengalami perlakukan tidak menyenangkan. Sampaikan laporan dengan rinci, dimana dan kapan upaya tindak lanjut dari komunitas pun tepat sasaran,” kata Ketua Koperasi Tri Dharma Rudiarto di Yogyakarta seperti dilansir Antara, Selasa (1/6/2021).

BacaJuga:

Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Dompet Dhuafa Gulirkan Bantuan Bagi Puluhan Nelayan

Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

Bea Cukai Langsa Musnahkan 545 Ribu Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp886 Juta

Tri Dharma adalah salah satu koperasi yang menaungi pedagang kaki lima di kawasan Malioboro

Seusai harga pecel lele yang viral, sejumlah aduan pun muncul di akun media sosial milik Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satunya aduan dari wisatawan yang menyatakan mendapat perlakukan tidak menyenangkan usai menawar harga di Malioboro namun tidak jadi membeli karena harga yang ditawarkan masih dirasa kurang cocok.

Rudiarto menyebut, selalu menekankan kepada seluruh anggota komunitasnya untuk melayani pembeli dengan senyum, sapa, dan salam.

“Bagaimanapun pembeli adalah raja dan selaku pedagang harus bisa bersikap ramah karena Yogyakarta pun dikenal dengan warganya yang ramah,” katanya.

Meskipun demikian, lanjut Rudiarto, pembeli juga diminta bersikap sopan dan tidak merendahkan pedagang saat membeli atau menawar barang. “Terkadang, ada juga konsumen yang bersikap seperti itu. Pedagang yang merasa direndahkan pun kemudian bersikap kurang baik,” katanya.

Ia memastikan, seluruh komunitas di Malioboro sudah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik karena seluruhnya menggantungkan nasib dan hidupnya dari wisata di Malioboro.

“Tentunya, kami pun harus memberikan pelayanan yang baik apabilagi di masa pandemi seperti sekarang saat pengunjung Malioboro belum sepenuhnya kembali normal,” katanya.

Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto meminta wisatawan juga bersikap cerdas yaitu menanyakan harga saat akan makan atau berbelanja di sepanjang Jalan Malioboro.

“Untuk PKL kuliner, saya pastikan semuanya sudah memasang daftar harga menu. Jika ada yang belum memasang, maka laporkan ke saya dan lapak akan saya tutup,” katanya.

Sedangkan untuk PKL yang menjual souvenir di sepanjang Malioboro pun tawar menawar merupakan hal yang lumrah dilakukan.

“Jika mendapat perlakukan tidak menyenangkan bisa langsung melapor ke petugas keamanan, Jogoboro, yang ada di tiap gerbang zona. Atau melalui nomor telepon yang tertera di gerbang zona. Aduan pasti akan ditindaklanjuti,” katanya.

Ia pun akan meminta seluruh komunitas untuk meningkatkan pelayanan ke pengunjung. “Setiap bulan saya bertemu dengan komunitas dan di pertemuan selalu disampaikan agar memberikan pelayanan terbaik ke wisatawan,” katanya.

Hingga saat ini, Ekwanto mengatakan, saluran pengaduan yang dibuka oleh UPT Cagar Budaya belum menerima aduan apapun dari wisatawan. “Entah karena malas melapor atau sebab lain,” katanya. (bro)

Tags: MalioboroWisatawanyogyakarta

Berita Terkait.

BB
Nusantara

Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Dompet Dhuafa Gulirkan Bantuan Bagi Puluhan Nelayan

Jumat, 10 April 2026 - 19:41
Petugas
Nusantara

Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

Jumat, 10 April 2026 - 18:10
bc
Nusantara

Bea Cukai Langsa Musnahkan 545 Ribu Rokok Ilegal, Negara Selamat Rp886 Juta

Jumat, 10 April 2026 - 13:03
gempa
Nusantara

Gempa Flores Timur: 1.100 Warga Mengungsi, 215 Rumah Rusak

Jumat, 10 April 2026 - 12:48
Andra-Soni
Nusantara

Gubernur Andra Soni Lepas Keberangkatan 21 Petani Milenial Magang di Jepang

Kamis, 9 April 2026 - 19:01
mentrans
Nusantara

Kisah Sukses Mantan Pengemudi Ojol Berhasil Olah Lada di Kawasan Transmigrasi Mahalona

Kamis, 9 April 2026 - 08:56

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.