Nasional

Memprihatinkan, Perburuan Tulang Gajah Masih Marak

INDOPOSCO.ID – Pegiat konservasi satwa liar Indonesia Tony Sumampau menyatakan sangat prihatin jika masih ditemukan kasus-kasus perburuan tulang gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus).

“Selain karena jelas melanggar hukum dan merusak lingkungan, tulang satwa gajah sebenarnya tidak ada nilainya, terkecuali gadingnya. Itu pun (gadingnya) juga dilarang untuk diambil, ” kata Koordinator Umum Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) itu kepada ANTARA di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Ia diminta tanggapan soal itu, terkait ditangkapnya dua terduga penjual organ tubuh hewan dilindungi berupa tulang-belulang gajah di Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur oleh personel Satuan Reserse dan Kriminal Polres Langsa, Aceh.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Langsa Iptu Imam Aziz Rachman di Langsa, Selasa (21/6) 2022, kedua pelaku berinisial MA (37), warga Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, dan ZU (41), warga Langsa Barat, Kota Langsa.

Baca Juga: Selamatkan Habitat Gajah, Puluhan Komunitas Minta Cabut Izin Perusahaan Tambang

“Mereka ditangkap pada Jumat (10/6) sekitar pukul 21.00 WIB. Modus operandi mereka lakukan untuk memperoleh keuntungan dari hasil penjualan tulang gajah tersebut,” katanya.

Keduanya ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat, di mana saat itu hendak menjual tulang gajah yang dimasukkan ke dalam lima karung goni warna putih.

Menurut Tony Sumampau perburuan gajah selama ini dilakukan dengan beragam cara, seperti menggunakan senjata api maupun racun, listrik dan alat-alat lainnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button