Indonesia Miliki Potensi Pangan Lokal untuk Cegah Stunting

INDOPOSCO.ID – Direktur Seameo Recfon Prof Muchtarudin Mansyur mengatakan, ada dua pendekatan pokok pada penanganan stunting. Yakni peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik.
“Peran mereka pada edukasi gizi dan edukasi keluarga. Dan Seameo Recfon mengambil peran juga pada edukasi tersebut,” ujar Prof Muchtarudin Mansyur di Jakarta, Kamis (27/1/2022).
Menurut dia, edukasi gizi tersebut salah satunya harus bisa melihat potensi kekayaan pangan lokal. Dan itu sangat potensial mengatasi stunting, sebab memiliki kandungan gizi yang sangat baik.
“Dan ini kemudian kami lakukan penelitian, untuk mengetahui nutrisi apa yang kurang dari pangan lokal ini,” katanya.
Baca Juga: Hari Gizi Nasional 2022, BRI Salurkan Bantuan Pencegahan Stunting Anak Indonesia
Lebih jauh ia mengatakan, terkait SDM mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Anak-anak hingga remaja dibekali untuk mengenal pangan lokal.
“Peran Seameo Recfon memperkuat di bidang pendidikan dalam mengatasi stunting,” ungkapnya.
Sebelum terjadi pandemi, dikatakan Muchtarudin, Seameo Recfon telah menyusun pola pelatihan pendidikan jarak jauh. Dan hingga tiga tahun terakhir pelatihan dilakukan dengan pendidikan jarak jauh.
“Hasilnya lumayan, pelatihan juga dilakukan dengan blended. Dan baru kami lakukan pendampingan di 4 kabupaten, salah satunya Sambas, Tanjung Jabung Timur,” ujarnya.
“Di 2022 ini kami lanjutkan pendampingan di 14 kabupaten lagi. Ini kami lakukan pendampingan, ketika ada kepala daerah yang komit untuk melakukan penanganan stunting,” imbuhnya. (nas)