Nasional

KontraS Kecam Dugaan Praktik Perbudakan Modern di Sumatera Utara

INDOPOSCO.ID – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam keras dugaan praktik perbudakan modern yang yang terjadi di Rumah Bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Perangin Angin.

Penemuan kerangkeng dan dugaan praktik perbudakan itu, berawal dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Terbit Rencana sebagai penerima suap.

Dia menerima suap dari kontraktor menggarap proyek infrastruktur di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lokasi dari kerangkeng berada pada lahan belakang rumah Bupati dan praktik tersebut telah berlangsung lebih dari 10 tahun.

Baca Juga: Komnas HAM: Terobosan Hukum Korban Herry Wiryawan Langka

“Praktik semacam ini dapat dipastikan sebagai bentuk perbudakan modern (modern slavery) yang merupakan kejahatan lintas batas dan sangat memprihatinkan,” kata kata Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button