Nasional

Ilmuwan Sebut Peleburan Eijkman ke BRIN sebagai Pembatasan Ruang Gerak

INDOPOSCO.ID – Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) menilai, Peleburan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBM Eijkman) ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan salah satu gejala masalah belum matangnya ekosistem riset di Indonesia.

Seperti belum mampu menjamin kebebasan akademik untuk individu peneliti, otonomi kelembagaan untuk lembaga penelitian, keberlanjutan
serta keterkaitan sains dan teknologi dengan kemajuan kemanusiaan, keadilan dan kesejahteraan.

Menurut Sekjen ALMI Hawis Madduppa, kebijakan peleburan LBM Eijkman menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman (PRBM Eijkman) di bawah BRIN diambil dan diterapkan, tanpa kebijakan transisi dengan waktu dan informasi memadai.

Hal itu menyebabkan diskontinuitas sebuah tim riset kelas dunia yang
solid. Tim tidak hanya terdiri dari sumber daya manusia (SDM) ilmuwan yang berkualifikasi S3, tetapi tenaga laboran, teknisi dan tenaga lain yang saling mendukung.

Baca Juga : Lembaga Riset IDI Dukung Layanan Telemedisin Bagi Penyakit Kronis

“Peleburan ini, berdampak pada penghidupan sebagian SDM yang selama ini merupakan inti dalam proses penelitian di LBM Eijkman,” kata Hawis dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1/2022).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button