• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah Omicron, Warga dari 13 Negara Dilarang Masuk Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 2 Januari 2022 - 19:58
in Nasional
omicron

Ilustrasi virus Covid-19 varian baru Omicron. Foto: Antara/Andi Firdaus

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka mencegah varian baru Covid-19 yakni Omicron ke Indonesia, warga dari 13 negara yang saat ini sedang merebak kasus Omicron dilarang untuk masuk ke Indonesia.

Negara-negara yang terpapar Omicron yaitu Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, Zambia, United Kingdom (UK), Norwegia, Denmark, Malawi dan Angola.

BacaJuga:

415 Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas Jembatan TNI

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Beri Beasiswa Digital di Monash University Indonesia

Komandan Satuan Tugas (Satgas) Udara Covid-19 Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kolonel Agus Listiyono, kepada INDOPOSCO, Minggu (2/1/2022) menegaskan, sistem pengamanan dan pengawasan penumpang dari luar negeri apalagi dari negara yang sudah terpapar varian baru Omicron di Bandara Soetta sangat ketat.

“Saat ini sudah ada 13 negara yang terpapar Omicron. Warga dari 13 negara itu tidak diizinkan masuk ke Indonesia. Sistem pengecekan di Bandara Soetta sangat ketat,” ujar Agus.

Agus mengatakan, titik yang pertama diawasi adalah bagian imigrasi untuk mengecek apakah ada penumpang yang berasal dari 13 negara yang terpapar Omicron atau yang transit di salah satu dari 13 negara itu.

“Sebelumnya ada 11 negara yang terpapar Omicron. Kemudian Hongkong, hilang kasus Omicron sehingga tersisa 10 negara. Namun, ada tambahan 3 negara terbaru yakni Norwegia, United Kingdom (UK) atau Inggris dan Denmark. Sehingga totalnya menjadi 13 negara,” jelas Agus.

Agus mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kasus Omicron di 13 negara itu merebak mencapai 10 ribu lebih kasus. Karena itu, apabila ada warga yang berasal dari 13 negara itu harus ditolak masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Portugal Catat Rekor Kasus Harian Omicron

“Namun kalau ada penumpang yang transit di salah satu dari 13 negara itu, maka diwajibkan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Bandara Soetta dan diterapkan karantina khusus selama 14 hari,” ujarnya.

Selain itu, kata Agus, harus ada asesmen dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta, untuk mengecek kelengkapan PCR dan vaksinasi.

Namun, kata Agus, untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar, pegawai negeri sipil (PNS) langsung dibawa bus Damri ke wisma. Untuk PMI, pelajar dan PNS karantina selama 10 hari.

“Tes PCR dilakukan di wisma. Polanya, satu maskapai dikirim menggunakan satu bus ke satu wisma sehingga tidak menimbulkan penularan ke orang lain,” katanya.

Sebelumnya kata Agus, para penumpang yang kembali dari luar negeri dicampur saja dan karantinanya dibagi ke beberapa wisma. Namun, sekarang diberlakukan kebijakan satu maskapai harus dikarantina di satu wisma yang sama.

“Tujuannya, kalau terjadi kasus Omicron, maka trackingnya mudah dan gampang. Selain itu, Omicron tidak menyebar ke mana-mana,” katanya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan untuk yang karantina di hotel wajib PCR di bandara.

“Hasilnya tidak lagi menunggu di bandara. Para penumpang langsung dibawa ke hotel untuk karantina. Karena kalau di bandara menunggu hasil PCR maka akan menimbulkan kerumunan dan penumpang menumpuk. Pada akhirnya potensi penuralan Covid-19 akan terjadi,” katanya.

Dengan catatan, kata Agus, kalau ditemukan ada yang positif terpapar Covid-19, harus tinggal sendiri di satu kamar hotel tidak boleh bergabung dengan yang lain.

Agus meyakini bahwa PCR yang ada di Bandara Soekarno Hatta sangat valid karena direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Pembayaran PCR include dengan hotel. Jadi tidak dibayarkan secara terpisah,” katanya.(dam)

Tags: OmicronSatgas Covid-19Varian Baru Covid-19

Berita Terkait.

415
Nasional

415 Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas Jembatan TNI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:50
WADUK
Nasional

Waduk Pusong Dinormalisasi, Tambahan TKD Lhokseumawe Mulai Dioptimalkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:40
Monash University Indonesia.
Nasional

Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Beri Beasiswa Digital di Monash University Indonesia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:15
menhut
Nasional

Soal Peluang Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:20
dikti
Nasional

Ledakan AI Ubah Lanskap Dunia, Wamendiktisaintek Tekankan 3 Peran Kunci Perguruan Tinggi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:02
kadin
Nasional

Bertemu Kadin di Istana, Prabowo: Sinergi Pemerintah dan Pengusaha Kunci Pembangunan

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:43

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2057 shares
    Share 823 Tweet 514
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3142 shares
    Share 1257 Tweet 786
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.