Nasional

Dari Bank Sampah Kumala, Mengangkat Ekonomi Pemulung

INDOPOSCO.ID – Peresmian Sentra Kreasi ATENSI 5R++(Reuse, Reduce, Recycle, Resale dan Reshare) Kumala, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada pertengahan November 2021 menjadi menarik perhatian. Tepat di belakang Koperasi Serba Usaha yang diatur Yayasan Kumala itu, ada sebuah area seluas 8×10 meter dimanfaatkan untuk mengolah sisa-sisa barang yang tidak terpakai.

Sekumpulan keranjang berisi botol PET, gelas, dan wadah plastik, tutup botol, serta kardus diikat apik dengan tali rafia. Sementara puluhan galon-galon kosong dan pallet kayu bekas berjejer sesuai dengan rupanya masing-masing di ruang pemilahan.

Sejak dibuat lima tahun silam, Bank Sampah Kumala memiliki 379 Penerima Manfaat (PM) yang terdiri dari warga dan pemulung sekitar Tanjung Priok. Tak hanya memilah sampah untuk dijual kembali ke pengepul, Bank Sampah Unit Terbaik di DKI Jakarta pada 2019 ini juga memusatkan binaannya untuk produktif secara ekonomi.

“Kami mengajarkan Penerima Manfaat (PM) untuk membuat handycraft agar perekonomian mereka terangkat dan tidak menjadi pemulung saja,” kata Subur, koordinator Lapangan Bank Sampah Kumala saat ditemui di Jakarta Utara pada Senin (8/11/2021).

Menggunakan dua mesin press hidrolik yang diperuntukkan dalam pengepresan botol plastik, satu mesin pemotong ring gelas plastik dan satu set alat pengolah bubut kayu bekas, PM Bank Sampah Kumala telah melahirkan berbagai produk hasil kreatifitas kreatif, seperti gelas kuksa kopi, piring dan sendok, tempat kopi, papan nama, serta pot dan vas bunga, yang dijual berkisar Rp45.000 hingga Rp200.000.

“Semua produk tersebut dipamerkan di Gallery K’Qta (Karya Kita) dan bisa dibeli langsung atau melalui akun Instagram Saung Kumala,” kata Subur.

Tidak hanya menghasilkan produk kreatif, Bank Sampah Kumala juga mengajak PM untuk menabung. Ada dua tipe tabungan, yakni tabungan uang, dimana tidak ada pemotongan biaya, dan tabungan sampah, dimana pemotongan biaya tertuju untuk biaya operasional Bank Sampah Kumala.

“Sebelum bergabung, calon nasabah harus mengisi formulir persyaratan yang harus dibaca dan dipahami. Biasanya saya tanya dulu tujuan mereka bergabung. Kalau alasannya ingin menerima sembako atau ingin diperhatikan oleh yayasan, saya tolak karena saya tidak mau mereka jadi berharap,” jelas Subur.

Bank Sampah Kumala juga fleksibel dalam operasionalnya. Sebab para nasabah bebas menyetor sampah tanpa jumlah minimum dan bisa mengambil tabungannya kadang- kadang ada keperluan menekan.

“Satu ons tabungan sampah pun kami hitung. Mereka juga bisa mengambil sembako di koperasi, nanti saldo di tabungan bank sampahnya akan dipotong,” tutur Subur.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button