Nasional

Kartu Prakerja Disebut Inovasi Layanan Publik

INDOPOSCO.ID – Program Kartu Prakerja didesain dan dieksekusi sebagai sebuah inovasi layanan publik pemerintah yang responsif dan adaptif menjawab kebutuhan masyarakat.

“Program yang merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo ini ditujukan untuk memberikan pelatihan praktis bagi angkatan kerja Indonesia dalam skala dan kecepatan yang luar biasa, sebelum bonus demografi mulai menurun 2030 nanti,” ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Purbasari seperti dikutip Antara, Minggu (14/11/2021).

Program Kartu Prakerja dilaksanakan dengan banyak pendekatan ala swasta- startup, mulai dari identifikasi persoalan di masyarakat dan solusi apa yang diberikan.

Baca Juga : Airlangga Pastikan Kartu Prakerja Berlanjut hingga 2022

Visi produk yang hebat dan tim yang hebat menjadi kunci sukses Prakerja, yang dalam waktu 1,5 tahun mampu melatih 11,4 juta orang di mana 87 persen di antaranya belum pernah ikut pelatihan sepanjang hidup mereka.

Mindset customer-centric diterapkan dengan teknologi 4.0 mulai dari onboarding peserta, pelatihan, pembayaran, monitoring- evaluasi, iterasi produk, marketing-komunikasi, hingga customer relation management.

“Kami berkomitmen untuk membuat perbedaan dengan produk- produk pendidikan dan pelatihan yang telah ada dan melakukannya dengan cara yang berbeda karena skala dan kecepatan yang dituntut beda,” kata Denni.

Baca Juga : Kartu Prakerja Jawab Isu Utama Ketenagakerjaan

Dia menambahkan membuat rencana atau ide apakah itu blueprint, roadmap, rencana aksi itu mudah, tetapi mengimplementasikannya di lapangan itu semesta yang berbeda. “Sejak awal kami bertekad agar Kartu Prakerja tidak menjadi produk gagal. Ada dua ciri produk gagal. Pertama, orang tidak banyak mengetahui tentang produk itu. Kedua, kalaupun tahu, publik tidak mudah menikmati produk itu, dan kalau bisa, mereka tidak puas,” kata dia.

Denni juga menerangkan, Program Kartu Prakerja hadir untuk menjawab problem ketenagakerjaan Indonesia. Ada dua masalah besar di dunia ketenagakerjaan kita, yakni minimnya lowongan kerja serta rendahnya skill angkatan kerja.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button