Nasional

Bea Cukai Dalami Proses Bisnis Pelaku Usaha Dalam Negeri Lewat Program CVC

INDOPOSCO.ID – Upaya Bea Cukai untuk memfasilitasi industri dalam negeri terus dilakukan, salah satunya lewat kegiatan customs visit customers. Hal tersebut ditujukan agar Bea Cukai memahami seluk-beluk kegiatan industri dan memahami kendala yang terjadi di lapangan.

Menurut Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman Hermansjah, dalam melaksanakan kegiatan CVC, Bea Cukai melibatkan telah melibatkan seluruh jajaran. “Tidak hanya petugas kami yang bekerja di lapangan yang melakukan kegiatan CVC, melainkan juga pejabat yang membuat kebijakan dan mengambil keputusan juga turun langsung mengunjungi para pelaku usaha dalam negeri,” ujar Firman.

Lewat kegiatan CVC yang dilakukan secara rutin tersebut, Firman mengatakan banyak informasi yang didapatkan oleh Bea Cukai sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan ke depannya. Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, turut serta dalam kegiatan CVC untuk mengetahui langsung situasi dan proses bisnis di lapangan. Kali ini, Askolani mengunjungi PT HM Sampoerna di daerah Karawang, Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut jajaran Bea Cukai juga berkesempatan melaksanakan pelepasan ekspor perdana produk PT HM Sampoerna, Philip Morris, ke Hongkong. Kegiatan kunjungan juga dilakukan ke gudang pita cukai Perum Peruri.

Program CVC yang ditujukan untuk mengetahui proses bisnis para pelaku usaha dan menciptakan efisiensi di lapangan ini juga dilakukan oleh Bea Cukai Marunda. Dalam rangka menciptakan optimalisasi pelayanan dan pendalaman proses binsin e-commerce barang kiriman ekspor impor, Bea Cukai Marunda bersama tim dari Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai mengunjungi PT Uniair Indotama Cargo.

“Kegiatan observasi lapangan terkait proses bisnis pelayanan e-commerce barang kiriman ekspor impor ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan atau ketentuan tentang proses bisnis pelayanan e-commerce,” ujar Firman.

Perusahaan tersebut merupakan penerima fasilitas pusat logistik berikat e-commerce pertama di Indonesia. “Sebagai perusahaan logistik, PLB Uniair selalu berusaha mendorong ekspor dengan memberikan asistensi dan fasilitasi ekspor kepada produk-produk UMKM di Indonesia, saat ini kendala UMKM adalah terkait produksi yang belum bisa memenuhi permintaan pasar berupa konsistensi produksi, beberapa lagi memang belum mendapat pasar di luar negeri, untuk itu semua pihak dalam rantai pasok barang harus saling bersinergi untuk memperlancar arus logistik dan meningkatkan ekspor khususnya eskpor produk UMKM,” ungkap Salmon Josefiano, AEO Manager PT UNiair Indotama Cargo.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button