Nasional

Sepanjang Ini Kepala BMKG Jalan Kaki Tentukan Tikum Warga Amahai

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati rela berjalan kaki lebih hampir 5 kilometer untuk menentukan titik kumpul (tikum) yang aman untuk warga Negeri Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, jika terjadi bencana gempa bumi tektonik dan tsunami.

Dwikorita, Jumat (3/9/2021), memulai survei bersama tim BMKG untuk mencocokkan peta wilayah sebaran patahan yang ada di kabupaten tersebut, karena hampir semua wilayah pesisir pantai rawan terjadi tsunami yang disebabkan longsoran di dasar laut.

Didampingi Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, Kepala BMKG harus berjalan kaki dari pesisir pantai menuju ke daerah lebih tinggi dan jauh untuk mendapatkan lokasi titik kumpul yang aman bagi warga Amahai mengamankan diri bila terjadi gempa dan tsunami.

Langkah itu dilakukan mengingat Amahai juga pernah dihantam tsunami pada 1899 yang dikenal dengan “Bahaya Seram”.

“Titik kumpul ini menjadi lokasi evakuasi warga agar tidak jatuh korban saat tsunami terjadi. Pesisir pantai Negeri Amahai masuk zona merah atau sangat rawan terjadi tsunami,” katanya dikutip Antara.

Penentuan titik kumpul ini sangat penting dengan mempertimbangkan jalur evakuasi serta kecepatan warga menyelamatkan diri dengan waktu tiba tsunami di pantai.

Saat berjalan kaki menuju lokasi titik kumpul yang telah ditetapkan pemerintah Negeri Amahai, ternyata waktu yang diperlukan selama 20 menit untuk sampai, karena harus berjalan memutar belakang pemukiman.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button