Nasional

Percepat Penurunan Stunting, BKKBN: Setiap Desa Harus Ada Bidan

INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus bekerja keras mengatasi masalah kesehatan gizi, salah satunya stunting. Cara mencegah stunting ialah pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, isu stunting di tingkat pusat hingga kabupaten dan kota sudah cukup mendapat perhatian tinggi. Termasuk perencanaan pencegahan.

“Di tingkat desa untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting, seperti layanan pemeriksaan kehamilan atau perawatan bayi baru lahir masih belum terasa gaungnya,” kata Kepala BKKBN Dokter Hasto Wardoyo di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Rencana aksi nasional yang bakal dilakukan, untuk percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko diantaranya melalui banyak hal.

Seperti penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan calon pengantin/calon keluarga berisiko stunting dan audit kasus stunting.

“BKKBN ingin menempatkan diri untuk menjadi pendamping keluarga (sebelum hamil/pra nikah, hamil dan masa interval) dengan dukungan dari Penyuluh KB, Kader, PKK,” imbuh Hasto.

“Kemudian kami mengusulkan kepada Bapak Menkes (Budi Gunadi) agar Bidan ditiap desa itu harus dan wajib ada. Menurut IBI (Ikatan Bidan Indonesia) masih ada desa yang belum memiliki bidan dalam hal ini adalah bidan pemerintah,” tambahnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button