Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Sodetan Sungai Ciliwung

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melanjutkan pembangunan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pembangunan sodetan ini akan mengurangi debit banjir Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 meter kubik/detik ke Kanal Banjir Timur, di saat Sungai Ciliwung sudah tidak lagi mampu menampung debit air pada perkiraan debit banjir ulang 25 tahunan sebesar 508 meter kubik/detik.
“Sehingga Insya Allah akan mengurangi risiko banjir pada sebagian wilayah di hilir Sungai Ciliwung, misalnya Kampung Melayu serta Manggarai,” tutur Menteri Basuki seperti dikutip Antara, Kamis (5/8/2021).
Menurut Basuki, pembangunan lanjutan sodetan Ciliwung mengalami perubahan trase sehingga mengurangi panjang terowongan 113 meter dari panjang semula 662 meter menjadi 549 meter saja. Saat ini pekerjaan sodetan akan segera dimulai dan menyisakan pembebasan 6 bidang tanah seluas 10.494 meter persegi yang akan dieksekusi oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.
“Jika pembebasan lahan sudah selesai, maka berdasarkan pengalaman sebelumnya, konstruksinya bisa selesai lebih cepat” tutur Basuki.
Pada tahun 2015, pembangunan sodetan Sungai Ciliwung sudah tuntas sepanjang 550 meter. Setelah itu dilanjutkan pada 2015-2017 dengan pembangunan permanen outlet serta dinding penahan tanah Kali Cipinang. Pada TA 2021, Kementerian PUPR melanjutkan pekerjaan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur sepanjang 714 meter yang terdiri dari Zona A berupa bangunan permanen inlet open channel 165 meter serta normalisasi Sungai Ciliwung, Zona B berupa terowongan ganda sodetan dari inlet ke arriving shaft 549 meter, dan dan Zona D normalisasi Kali Cipinang dan KBT.
Pembangunan sodetan Sungai Ciliwung dilaksanakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya-PT. Jaya Konstruksi, KSO serta konsultan supervisi PT. Virama-Supra TAA, KSO dengan masa pelaksanaan Agustus 2021-Agustus 2023. Alokasi anggaran untuk konstruksi sodetan (terowongan) dan galian alur untuk menambah kapasitas tampung sungai Cipinang sebesar Rp 683,9 miliar.
Proyek Sodetan Sungai Ciliwung merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta dari hulu sampai hilir. Di bagian hulu, Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan 2 bendungan kering (dry dam) di Kabupaten Bogor yaitu Bendungan Ciawi dengan kapasitas tampung 6,05 juta meter kubik serta Bendungan Sukamahi berkapasitas tampung 1,68 juta meter kubik. Progres kedua bendungan ini sudah di atas 75 persen serta ditargetkan selesai November 2021.
Selanjutnya di bagian tengah dikerjakan normalisasi Sungai Ciliwung sejak tahun 2013 sampai 2017 sepanjang 16,2 km dari total 33,7 kilometer. Mulai tahun 2021 dilanjutkan pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung sejauh 1,2 kilometer serta pengadaan tanah. Kemudian pembangunan Stasiun Pompa Ancol Sentiong kapasitas 50 meter kubik/detik dilaksanakan tahun 2020–2022 dengan biaya Rp 437,6 miliar dan pembangunan sodetan Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur sepanjang 1,26 kilometer yang sudah kontrak sejak 30 Juli 2021.
Setelah itu upaya mengurangi resiko banjir wilayah Jakarta bagian hilir pula dibangun Tanggul Pantai untuk pantai serta ambang sungai yang kritis sepanjang 46,2 kilometer. Tanggul yang sudah dikerjakan sepanjang 13 kilometer serta rencananya akan dikerjakan sepanjang 33,2 kilometer yang dibagi menjadi 2 yakni Kementerian PUPR (10,8 kilometer) serta Pemprov DKI Jakarta (22,4 km). Tahun 2021, Kementerian PUPR mengerjakan tanggul sepanjang 3,8 kilometer. (mg2/wib)