Sosiolog Nilai Viralnya Kasus Akidi Tio Karena Masyarakat Tengah Krisis

INDOPOSCO.ID – Sosiolog asal Universitas Gajah Mada (UGM) Derajad Widhyharto mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini tengah mengalami krisis. Banyak masyarakat sangat berharap banyak dari proses yang lebih cepat dan terjangkau.
“Terlepas dari ada atau tidak bantuan itu, kita telah melupakan mengapa bantuan itu muncul. Karena kita dalam kondisi krisis,” kata Derajad Widhyharto menanggapi berita kasus keluarga Akidi Tio melalui gawai, Rabu (4/8/2021).
Lebih jauh ia mengungkapkan, selama masa pandemi birokrasi bantuan sangat sulit. Bahkan lebih sulit sebelum terjadinya pandemi.
“Birokrasi bantuan sekarang harus konfirmasi ini, konfirmasi itu. Butuh ini butuh itu. Jadi respon terhadap kecepatan pelayanan dari pemerintah kurang,” katanya.
Terkait bantuan senilai Rp2 triliun yang kemudian heboh tersebut, dikatakan Derajad, karena dilakukan oleh keturunan Tionghoa. Sebab, keberadaan mereka di Indonesia sangat termarjinalkan.
“Etnis Tionghoa beda dengan Arab dan etnis lain. Coba kalau yang sumbang orang bule putih atau Arab, maka akan dihebat-hebatkan. Apalagi penyumbang penghafal Al-Qur’an, Habib atau lainnya,” ungkapnya.
“Namun, begitu penyumbangnya Tionghoa, selalu termarjinalkan kemudian kita skeptis,” imbuhnya.
Sehingga, masih ujar Derajad, dalam konteks penanganan pandemi Covid-19, etnis Tionghoa tidak dianggap berperan. Hal ini kemudian menimbulkan pro dan kontra di media sosial (medsos).
“Yang kontra pasti argumen mereka karena Tionghoa,” ucapnya.
Dalam konteks pandemi, dikatakan dia, etnis Tionghoa butuh direkognisi. Apalagi sanksi sosial dari masyarakat Indonesia sangat kejam. “Ini di luar uang ada atau tidak. Masyarakat etnis Tionghoa minta direkognisi. Bantuan yang diberikan keluarga Akidi Tio ini dalam rangka rekognisi,” imbuhnya.
Melihat latar belakang bisnis keluarga Akidi Tio mereka adalah keluarga yang mampu. Dan nilai bantuan tersebut sangat mungkin.
“Mereka dari keluarga kaya raya. Nilai tersebut sangat mungkin. Bisa jadi ada keluarga lain yang tidak mau tertandingi dan terjadi skenario sekarang ini,” ujarnya.
“Kita harus melihat ini. Jangan sampai kemudian kita terjebak dan menghakimi keluarga Akidi Tio yang akan memberikan bantuan. Apapun bentuk bantuan itu,” ucapnya.
“Yang dilakukan Akidi Tio ini merupakan akibat, bukan sebab. Yakni akibat dari marginalisasi etnis Tionghoa,” imbuhnya. (nas)