Nasional

Inovasi Teknologi di Bidang Pertanian Harus Dihilirisasi

INDOPOSCO.ID – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pandemi Covid-19 menjadi ancaman bagi penyediaan pangan. Bahkan berdampak krisis pangan di seluruh wilayah Indonesia.

“Pandemi menghadirkan “shock” atau tekanan pada penyediaan pangan bahkan ancaman krisis pangan,” ujar Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan, Selasa (6/7/2021).

Ia mengaku optimistis pertanian Indonesia mampu bertahan bahkan berkontribusi positif dan menjadi penyelamat perekonomian nasional. Hal ini nampak dengan angka produk domestik bruto (PDB) pertanian yang tumbuh positif.

“Di tengah pandemi pembangunan pertanian menuju pertanian maju, mandiri, dan modern terus kami genjot,” katanya.

Menurut dia, pembangunan pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di sisi lain, peluang untuk dapat memanfaatkan teknologi 4.0 di bidang pertanian terbuka luas sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan tersebut.

“Hasil teknologi badan penelitian, pemgembangan pertanian (Balitbangtan) semakin massif disebarluaskan kepada masyarakat,” bebernya.

Ia menegaskan, pengguna teknologi di bidang pertanian mampu mengungkit peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian.Menjadikan pertanian yang berbasis teknologi, menurutnya, harus didukung oleh penelitian dan pengkajian serta inovasi teknologi yang berkelanjutan.

“Pesan Bapak Presiden sudah sangat jelas, bahwa pembangunan pertanian ke depan harus berbasis riset dan teknologi,” terangnya.

“Perlu saya tekankan di sini bahwa tugas peneliti tidak hanya menghasilkan teknologi, tetapi juga menghasilkan inovasi dan dihilirisasi,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, strategi diseminasi inovasi pertanian berbasis teknologi informasi (TI) bisa dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi dan kalangan industri. Ke depan, menurutnya, pembangunan pertanian tidak hanya fokus pada penggunaan teknologi yang stagnan, namun harus menerapkan pertanian digital, artificial intelligence, robotic construction, dan internet of things.

“Kerjasama dan kolaborasi itulah yang dapat menjembatani penerapan teknologi 4.0 tersebut hingga membawa kebermanfaatan sampai di tingkat petani,” ujarnya. (nas)

Back to top button