Nasional

Sinergi, Langkah Bea Cukai Perkuat Pengawasan dan Tingkatkan Ekonomi Indonesia

INDOPOSCO.ID – Membangun upaya penyempurnaan sinergitas, terutama untuk memastikan hubungan kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai di beberapa daerah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

Di Semarang, pada Selasa (8/6/2021), Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menerima kunjungan dari Yayasan Korea Jawa Tengah. Kunjungan ini merupakan upaya mempererat kerja sama antara Bea Cukai dengan Yayasan Korea Jawa Tengah yang merupakan perantara investor di Jawa Tengah. Mengingat saat ini ada 84 perusahaan PMA asal Korea Selatan yang memanfaatkan fasilitas kawasan berikat dan sebanyak 6 perusahaan mendapat fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

“Saya harap kerja sama ini akan ditingkatkan dengan baik dan dengan adanya Yayasan Korea dapat turut menjembatani dan memberi pemahaman kepada para perusahaan Korea di Jawa Tengah terkait regulasi kepabeanan dan cukai, tentunya sekaligus membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN),” ujar Tri Wikanto.

Masih dari Semarang, dalam rangka menyempurnakan sistem barang kiriman yang berada di Gudang Samudra 03 (CFS), tempat penimbunan sementara (TPS) PT Pelindo III, Bea Cukai Tanjung Emas menyelenggarakan focus group discussion (FGD) bersama perwakilan dari General Manager Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), PT EDI Indonesia dan PT Mercusuar Abadi Jaya.

“Kerja sama antara TPS TPKS Pelindo III dengan Bea Cukai perlu dijaga dan terus dikomunikasikan, agar prosedur dan tanggung jawab dapat terlaksana dengan maksimal. Mengingat administrasi kepabeanan memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi dan menyederhanakan prosedur, tentu dengan harapan dapat memaksimalkan potensi penerimaan negara,” ujar Kepala Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin.

Dari wilayah Sumatera Utara, dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor nasional, Bea Cukai Kanwil Sumut mengadakan coffee morning dengan mengundang beberapa unit vertikal di bawahnya, serta Balai Besar Karantina Pertanian Belawan dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan I dan II (BKIPM).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button