Bapennas: Butuh Literasi Teknologi dan Data

INDOPOSCO.ID – Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bapennas Amich Alhumami mengatakan, literasi inklusi sosial memperkuat literasi data, literasi teknologi dan juga literasi manusia.
“Jadi ada keterampilan-keterampilan yang bukan saja membaca dan menulis, tapi juga bagaimana literasi data itu misalnya kenal data, memilah data, menganalisis, menjadikan data-data tersebar luas,” ujar Amich Alhumami dalam acara daring Rakornas Perpustakaan 2021, Selasa (23/3/2021).
Dengan kemampuan literasi data tersebut, menurutnya, menjadi upaya untuk mengembangkan berbagai macam keperluan. Termasuk di dalamnya penciptaan dan pengembangan pengetahuan.
“Literasi manusia itu keterampilan komunikasi kolaborasi dan juga kreativitas,” katanya.
Ia menuturkan, pentingnya untuk mendukung literasi inklusi sosial dalam rangka peningkatan kesejahteraan, karena menggunakan perpustakaan sebagai basis pengembangan kegiatan produktif. Salah satunya menciptakan kegiatan ekonomi untuk menciptakan kesejahteraan.
“Saya kira sumbangan terpenting perpustakaan itu adalah menyediakan ruang yang cukup bagi proses interaksi dalam rangka penggalian informasi dan pengembangan pengetahuan berdasarkan sumber-sumber bacaan yang disediakan,” ungkapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, revitalisasi gerakan literasi sangat penting, terutama menjadikan literasi sebagai program unggulan dan bertumpu pada perpustakaan. Menjadikan perpustakaan sebagai motor penggerak, bukan saja perpustakaan nasional tapi juga perpustakaan daerah dan perpustakaan komunitas.
“Para pegiat literasi itu sebagai salah satu champion yang perlu kita perkuat dan berdayakan. Kami ingin mendudukkan bahwa literasi ini ukurannya saja nilai budaya literasi itu,” katanya.
“Di sini letaknya meningkatkan budaya literasi Inovasi dan juga kreativitas. Bagian inilah yang nanti akan banyak kita jadikan sebagai payung program untuk Perpustakaan Nasional,” imbuhnya. (nas)