Megapolitan

PAN: Tuduhan “Commitment Fee” Formula E Praktik Ijon Terlalu Berlebihan

INDOPOSCO.ID – Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyatakan, tuduhan proses pembayaran “commitment fee” untuk penyelenggaraan Formula E sebagai praktik ijon, sangat berlebihan.

“Jika dilihat prosesnya, sejak disahkan KUAPAS 2019, Penyusunan RKA Perubahan APBD 2019, rapat-rapat lanjutan di komisi dan Banggar, dan Pengesahan RAPBD Perubahan 2019 pada 22 Agustus 2019, pembayaran commitment fee tersebut adalah sah secara juridis formal,” tutur Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Bambang Kusumanto di Jakarta, Sabtu (12/2).

Bahkan, menurut ia, BPK dan KPK juga tidak memasalahkan perihal tersebut, apalagi menjadikannya sebagai temuan.

“Tidak sama sekali. Sehingga narasi ijon, menjadi terasa sangat menggelikan dan terbantahkan,” tuturnya.

Pada prinsipnya, tutur ia, penalangan pembayaran kewajiban pemerintah dengan dana pinjaman sementara perbankan adalah mekanisme yang biasa dan diperbolehkan dalam tata kelola keuangan daerah.

Ia menerangkan itu adalah perihal yang biasa terjadi.

“Misalnya, ketika delapan rumah sakit di DKI hampir terhenti beroperasi karena kekurangan likuiditas di masa Covid-19, sebab tagihan kepada BPJS belum dibayar,” tuturnya.

Atau ketika pembayaran tagihan listrik untuk sekolah-sekolah harus dibayar, sementara pencairan uang APBD belum dapat dilakukan di setiap awal tahun anggaran.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button