Megapolitan

Ini Sejumlah Program Pemkab Bogor untuk Tingkatkan Kemampuan Para Guru di Pesantren

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka meningkatkan RRLS daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di daerah. Program ini berfungsi untuk memudahkan dan memberikan akses layanan pendidikan dan materi akademik bagi para santri untuk menunjang pendidikannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah menyatakan pihaknya telah menyiapkan sarana pembelajaran dalam pelaksanaan teknis proses belajar melalui PKBM pada lokasi pondok pesantren.

“Kegiatan ini dimaksudkan agar para santri bisa mengenyam pendidikan agama dan umum dalam waktu yang bersamaan, tanpa harus keluar dari lingkungan pondok pesantren. Program tersebut berkembang pesat pada tahun 2021 ini,” katanya.

Baca Juga : 199 Inovasi Kabupaten Bogor Dipaparkan di Kantor Kemendagri

Dia menyebutkan paling tidak ada 41 lembaga PKBM di 26 kecamatan di Kabupaten Bogor yang telah menjalin kerja sama peningkatan kualitas akses pendidikan di 121 Pondok Pesantren di Kabupaten Bogor. “Untuk memaksimalkan program pendidikan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor secara berkesinambungan melakukan pembinaan dan pelatihan, termasuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan di semua jenjang mulai dari tingkat Paud/TK, SD, SMP dan Pendidikan Non Formal. Dalam pelaksanannya Dinas Pendidikan menjamin pemberian materi hingga pada proses pelatihannya para peserta mendapat penguatan kompetensi yang berkualitas langsung dari para narasumber ahli di bidangnya masing-masing,” tambah Juanda.

Untuk menunjang hal itu, pihaknya juga menyiapkan program pelatihan dan pembinaan keterampilan kompetensi ini dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bagi tenaga pendidik jenjang Paud atau Non Formal dengan tujuan meningkatkan kualitas pedagogic guru dalam mengembangkan metode ajar yang kretaif, efektif, efisien dan menyenangkan bagi peserta didik Non Formal atau Paud. “Dengan menggabungkan kemampuan parenting serta peningkatan bahan ajar, baik dalam satuan pendidikan serta lingkungan sosial,” tuturnya.

Selain bagi guru non formal dan Paud, tambah Juanda, pihaknya juga mencoba mengembangkan keprofesionalan berkelanjutan (continuing professional development) atau CPD para PTK menjadi salah satu kegiatan utama yang dapat dilaksanakan. “Kegiatan CPD PTK salah satunya melalui kegiatan pengembangan diri dengan mengikuti pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek), workshop dan kegiatan kolektif PTK. Pembinaan PTK diharapkan berkelanjutan dengan mengacu pada Permeneg PAN dan RB nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya,” ujar Juanda.

Baca Juga : UMK Kabupaten Bogor Tahun 2022 Tetap Rp4,2 juta

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button