Internasional

Terpidana Mati di Jepang Tuntut Negara Atas Pemberitahuan Singkat

INDOPOSCO.ID – Dua terpidana mati di Jepang menggugat negara itu karena para tahanan diberi tahu hanya beberapa jam sebelum hukuman mati dilaksanakan.

Dua orang tahanan terpidana mati menuntut perubahan dan mencari kompensasi atas dampak praktik “tidak manusiawi” itu, menurut berita media lokal.

Baca Juga : Warga Jepang di Yamanashi Antusias Saksikan Wayang

Hukuman mati di Jepang dilakukan dengan cara digantung, dan praktik tidak memberi tahu narapidana tentang waktu pelaksanaannya sampai sesaat sebelum eksekusi telah lama dikecam oleh organisasi-organisasi internasional untuk hak asasi manusia.

Hal itu dinilai tidak manusiawi karena tekanan yang diberikan pada para tahanan terpidana mati, yang setiap hari bisa menghadapi hari terakhir mereka.

Pada Kamis (4/11), dalam langkah yang diyakini sebagai yang pertama, dua tahanan yang dijatuhi hukuman mati mengajukan gugatan di pengadilan distrik di kota barat Osaka dengan mengatakan praktik (pemberitahuan singkat) itu ilegal karena tidak memberikan waktu kepada tahanan untuk mengajukan keberatan.

Baca Juga : Versi Takeda Jepang, Kontaminasi Logam pada Vaksin Moderna Diakibatkan Ini

Kedua tahanan terpidana mati itu pun menuntut praktik tersebut harus diubah dan meminta kompensasi 22 juta yen (sekitar Rp2,78 miliar), menurut berita media lokal pada Jumat (5/11).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button